Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Fraksi Nasdem, Sahat Silaban Desak Kepres Pembentukan Badan Otorita Pengelolaan Kawasan Danau Toba

Fraksi Nasdem, Sahat Silaban Desak Kepres Pembentukan Badan Otorita Pengelolaan Kawasan Danau Toba

Samosir, suarasumut.com – Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Danau Toba dan Sekitarnya telah menetapkan Danau Toba sebagai salah satu Kawasan Strategis Nasional. Kendati begitu, perkembangan peningkatan pembangunan Ekonomi dikawasan ini berjalan sangat lamban. Padahal potensi pariwisata dan sumber daya alam yang dimiliki sangat besar.

Anggota Komisi V, Fraksi NasDem, Sahat Silaban menyesalkan lambatnya realisasi penerapan Perpres No. 81 Tahun 2014 dan PP No. 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) 2010-2025 dalam pengembangan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). “Seharusnya, kehadiran kedua peraturan tersebut, pembangunan infrastruktur di kawasan Danau Toba bisa lebih terintegrasi dan terpadu,” tegas tokoh Silaban sedunia ini pada Selasa, (12/5).

Sahat menekankan bakal memperjuangkan terbentuknya Panja di komisi V DPR untuk membentuk badan Badan Otorita Pengelolaan Kawasan Danau Toba. Untuk itu, lanjutnya, memerlukan ketetapan melalui Keputusan Presiden (Kepres).

Menurutnya, kehadiran lembaga ini akan mampu mempercepat pembangunan ekonomi dan kepariwisataan. Kemudian lembaga itu berperan untuk mengkoordinasikan dan menjalankan fungsi penganggaran, peningkatan kualitas SDM, menjaga kelestarian dan memaksimalkan potensi Danau Toba.

Pada Rabu pekan lalu (6/5), di Hotel Toledo Inn Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sahat Silaban menggelar pertemuan langsung dengan dengan Bupati Samosir, Mangindar Simbolon. Sahat juga mengundang sejumlah tokoh dan perwakilan masyarakat Kabupaten Samosir guna mendengar langsung masalah yang dihadapi daerah dalam pembangunan ekonomi dan pariwisata kawasan Danau Toba.

Hadir dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Humbahas, Drs. Marganti Manullang, perwakilan dari masing-masing Kabupaten/Kota Sekawasan Danau Toba yang terhimpun dalam Forum LTRM, perwakilan Yayasan Pecinta Danau Toba, Peneliti LIPI Dr. Arjon Turnip, Drs. Pantas Silaban, MBA dan sejumlah pejabat Eselon II Pemkab Samosir.

Bupati Samosir, Mangindar Simbolon, menyampaikan apresiasi kepada anggota DPR RI Komisi V, Sahat Silaban, yang telah menginisiasi pertemuan. Mangindar juga berharap pertemuan tersebut bisa menjadi momentum baik untuk mempercepat pengembangan dan laju pembangunan kawasan Danau Toba.

Dalam diskusi, Sahat Silaban, menegaskan Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia dengan panorama indah dan potensi pariwisata serta sumber daya alam yang luar biasa. “Akan tetapi disayangkan, saat ini pengelolaan sumber daya tidak optimal, pembangunan infrastruktur yang memprihatinkan, taraf perekonomian masyarakat rendah dan jumlah wisatawan yang tidak berkembang di kawasan Danau Toba,”tandasnya.

Sahat yang juga Tokoh asal Humbang Hasundutan, selama ini memang dikenal vokal dalam mendesak pemerintah. Terutama Kementerian Pariwisata dan dan Kementerian Pekerjaan Umum dalam hal pembenahan kawasan Danau Toba. Terlebih lagi soal infrastruktur jalan lingkar luar Danau Toba yang merupakan kewenangan dari pemerintah pusat.(rl/ss/sm)

Lihat Juga

Potensi Pasar Kentang Goreng Indonesia, Belgia Lirik Indonesia Sebagai Pasar Ekspor Utama Di Asia Tenggara

Jakarta | suarasumut.com – Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun ...