Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Festival Jong Bataks Arts #3 Sumut Meriah

Festival Jong Bataks Arts #3 Sumut Meriah

Medan | suarasumut.com  –  Kesenian dan Kebudayaan adalah identitas yang dimiliki oleh sebuah bangsa. Indonesia patut berbangga akan hal ini, dikarenakan beragamnya keunikan setiap kesenian dari budaya daerah masing-masing. Untuk mengibarkan kebanggaan ini, Indonesia perlu menanamkan doktrin “melestarikan kebudayaan” kepada anak-anak muda, terutama sejak usia dini.

Merujuk pada persoalan kebudayaan yang perlu diperkenalkan pada generasi muda, panitia Jong Bataks Festival Arts meletakkan perhatian besar akan hal ini dan mengundang berbagai sekolah untuk menjadi pekarya pada festival yang berlangsung selama empat hari (25-28 Oktober 2016) tersebut.
Hari kedua Festival Jong Bataks #3 (26/10/16) dibuka oleh perlombaan puisi tingkat SLTP pada pukul 10.05-12.00 siang. Sebanyak delapan peserta dari berbagai SLTP Kota Medan berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Setelah melakukan penilaian dan penjurian, maka terpilihlah tiga pemenang yang diantaraya adalah sebagai berikut : Juara 1 ( Tamara Mayranda Lubis) dari SMP Harapan 1, Juara 2 ( Indry Alem) dari SMP Bethany Medan, dan Juara 3 ( Aginta Tarigan) dari SMP Pencawan. Setelah pengumuman dan pemberian trophy serta uang tunai kepada para pemenang, MC pun mempersilahkan siswa-siswi dari SMA Nusantara Lubuk Pakam untuk menampilkan pertunjukan musik angklung yang membawa instrument dua lagu Maluku, Gorone-gorone dan Oina Ni Keke.

Setelah itu, satu-satunya sekolah asal Lubuk Pakam yang tampil pada festival tersebut juga menampilkan pertunjukan teater berjudul “Kembalinya Putri Nusantara”. Teater drama komedi bertema narkoba tersebut bukan penampilan terakhir, bahkan SMA Nusantara Lubuk Pakam juga mengirim grup Band dan grup tari yang membuka acara.

Ketua OSIS SMA Nusantara Lubuk Pakam, Pandu Priotama mengharapkan agar akan banyak kegiatan yang memotivasi siswa-siswi untuk melestarikan kebudayaan Indonesia. “Acara ini bagus sekali, memotivasi dan kedepannya dapat mendukung nasionalisme siswa-siswi seperti kami untuk berpikir kreatif dan cinta negara,” ujar Pandu.

Hal ini senada dengan Herminda Aritonang, Guru Seni Budaya Lubuk Pakam yang merasa terpanggil untuk mengajak anak-anak didiknya melestarikan kebudayaan dibangku sekolah. Ia melatih siswa-siswi dalam kegiatan pengembangan diri untuk memainkan musik angklung. “Angklung merupakan musik yang langka, diharapkan dengan memberikan pelajaran musik tradisional tersebut dapat mengingatkan kembali masyarakat bahwa musik di Indonesia seperti angklung sangat menarik dan harus dilestarikan,”ujarnya.

Indra, PKS (Bidang Kurikulum) memaparkan bahwa sekolah Nusantara Lubuk Pakam memfasilitasi siswa-siswi yang memiliki bakat untuk mengembangkan diri melalui kegiatan positif dan berkarakter. “ Kita memiliki dua puluh tiga jenis kegiatan pengembangan diri, dan semuanya adalah untuk membangun karakter siswa-siswi kita,” kata Indra.

Dirinya bersama guru-guru SMA Nusantara Lubuk Pakam beserta Indra, PKS bidang kurikulum mendampingi seluruh siswa untuk memberikan penampilan terbaik mereka dalam hari kedua Jong Bataks Festival Arts #3 2016. Sore nanti, setelah penyerahan trophy kepada pekarya dari Yayasan Perguruan Nusantara Lubuk Pakam, akan ada pertunjukan Teater dari Yayasan Perguruan HKBP Sidorame di panggung utama dan gedung utama Lubuk Pakam pada malam harinya.(rl/ss-lp)

Kata kunci terkait:
jenis jenis kegiatan yang termasuk dalam apresiasi musik tradisional, acara band di lubuk pakam bulan ini

Lihat Juga

OPD Pemkab Labuhanbatu Laksanakan Bhakti Sosial Ke Panti Asuhan

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Dalam rangka memperingati Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang ke-72 Tahun ...