Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Eksepsi Bupati Nias Ditolak

Eksepsi Bupati Nias Ditolak

Gunungsitoli | suarasumut.com — Hakim Majelis Pengadilan Negeri Gunungsitoli menolak seluruh eksepsi Bupati Nias dan Direktur Rumah Sakit Umum Gunungsitoli. Hakim yang dipimpin Ketua Majelis Muhammad Y Sembiring menetapkan, Pengadilan Negeri Gunungsitoli berwenang mengadili gugatan CV.Karya Sendoro terhadap Bupati Nias dan Direktur RSU Gunungsitoli.

Putusan tersebut dibaca Ketua Majelis Hakim Muhammad Y Sembiring, SH dalam sidang pembacaan putusan sela atas gugatan CV.Karya Sendoro terhadap Bupati Nias dan Direktur RSU Gunungsitoli, di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli, Senin (20/6).

Hakim menimbang, seluruh eksepsi Bupati Nias dan Direktur RSU Gunungsitoli yang salah satu diantaranya menyatakan Pengadilan Negeri Gunungsitoli tidak berwenang mengadili sidang gugatan CV.Karya Sendoro tidak dapat diterima.

Pengadilan Negeri Gunungsitoli menetapkan berwenang mengadili gugatan CV.Karya Sendoro terhadap Bupati Nias dan Direktur RSU Gunungsitoli terkait pembatalan CV.Karya Sendoro sebagai pemenang tender proyek pengadaan Alat Kesehatan di RSU Gunungsitoli tahun 2012 dengan pagu dana Rp 15 milliar.

Sebelum menutup sidang, Ketua Majelis memutuskan jika sidang selanjutnya masuk pada pokok perkara, dan sesuai kesepakatan penggugat dan tergugat, sidang kembali digelar tanggal 18 Juli 2016.

Kuasa Hukum Bupati Nias Agusmar Zalukhu, SH yang ditemui usai sidang, menganggap tidak masalah jika eksepsi mereka ditolak. Menurut dia, sidang belum usai dan sidang akan masuk pada pokok perkara. “Eksepsi kami diitolak tidak masalah, itu kewenangan Majelis Hakim. Kan sidang masih jalan terus dan akan masuk pada pokok perkara,” tegas Agusmar Zalukhu.

Putusan Sela Belum Jawab Perkara

Hal berbeda diutarakan Direktur CV.Karya Sendoro Sonitehe Telaumbanua, SH, dimana menurut Sonitehe yang ditemui di tempat yang sama, putusan sela belum menjawab persoalan perkara. “Putusan sela masih belum menjawab persoalan perkara ini. Yang diputuskan hanya kewenangan mengadili, dan pada sidang sebelumnya juga telah diputus hal serupa jika gugatan saya merupakan kewenangan Pengadilan Negeri Gunungsitoli mengadili sesuai rujukan PTUN dan MA. Bupati Nias saja dan kuasa hukumnya yang menurut saya pura pura tidak ingat proses di PTUN, karena mereka tidak paham soal hukum,”jelas Sonitehe.

Sonitehe menegaskan, yang paling penting adalah keberanian hakim dalam mengadili pokok perkara. Kemampuan dan kecerdasan hakim baru dapat terukur dalam perkara tersebut.

Jika kelak putusan Hakim sama seperti sidang sebelumnya yang tajam pada putusan sela dan tumpul pada pokok perkara, menurut Sonitehe hal tersebut patut dicurigai.(ih/ss-ni)

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...