Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Dua Terdakwa Pengedar Uang Palsu Terancam 15 Tahun Penjara

Dua Terdakwa Pengedar Uang Palsu Terancam 15 Tahun Penjara

Rantauprapat, suarasumut.com – Sidang perkara terdakwa pengedar uang palsu dengan agenda mendengarkan keterangan dari terdakwa, kembali digelar di PN Rantauprapat, Kamis (13/8).

Dihadapan Majelis hakim yang diketuai Pitriadi,SH dan Jaksa Penuntut Umum Novalita, SH kedua terdakwa yakni Jeprizal alias Ijep (21) warga Desa Simandulang Kecamatan Kualuh Leidong Labura dan Mukti ali alias Alai (34) warga jalan Pahlawan Desa Kampung Mesjid Kecamatan Kualuh Hilir Labura, mengakui perbuatannya.

“Kami mengaku salah pak, semua keterangan itu benar pak. Kami minta hukuman kami dikurangi,” pinta kedua terdakwa.

Usai mendengar pengakuan dari terdakwa, majelis hakim menunda persidangan satu minggu.  “Sidang ditunda satu minggu, dengan agenda pembacaan tuntutan,” kata Pitriadi sambil mengetuk palu.

Untuk diketahui, dalam sidang sebelumnya kedua terdakwa didakwa oleh Jaksa Penuntut umum pertama Pasal 36 ayat (3) UU RI.No.7 tahun 2011 Jo Pasala 55 ayat (1) ke-1 atau kedua pasal 36 ayat (2) UU RI No.7 tahun 2011 Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara denda Rp.50 milyar.

Dimana perbutan terdakwa terjadi pada hari jumat 27 maret 2015 sekira pukul 15.00 wib. Saat itu Alai sedang duduk di warung kopi yang terletak di dekat mesjid. Tiba-tiba datang Agung dan Salim (keduanya DPO) menunjukkan yang palsu kepada alai dan berkata ” ini lah kau cairkan, Rp.15 Ribu perlembar sama kami, nanti uang ini kalau cair setor ya, cobalah dulu,” lalu alai menjawab ” kita cobalah dulu” sambil menerima uang palsu sejumlah Rp.1 juta pecahan uang Rp.50 ribu yang semuanya bernomor sama yaitu QRS 667225.

Selanjutnya pada hari sabtu 28 maret 2015 sekira pukul 16.30 wib salim menemui Alai, lalu bersama-sama me lem yang palsu tersebut. Ke esokan harinya senin 30 maret 2015 alai menemui Ijep dan mengajak untuk bersama-sama me lem uang palsu. Setelah selesai di lem kemudian uang tersebut dibagi dua dimana Alai memegang Rp.700 ribu dan Ijep memegang Rp.300 ribu.

Lalu, selanjutnya kedua terdakwa alai dan ijep pergi ke Aekkanopan untuk belanja. Setibanya di Aekkanopan kedua terdakwa membeli sebungkus rokok di sejumlah warung. Dimana kembalian dari uang rokok tersebut disimpan.

Namun, sekira pukul 14.00 wib bertempat di kios rokok milik Sarma Silalahi di Dusun Pemerataan Desa Pangkalan Kecamatan Aek Natas Labura. Kedua terdakwa kembali hendak membeli rokok dengan uang palsu.

Karena pemilik rokok curiga dengan uang tersebut, pemilik rokok langsung memberitahukan warga dan langsung menangkap kedua terdakwa. Selanjutnya warga menyerahkan kedua terdakwa kepada pihak kepolisian guna untuk diproses selanjutnya.(ab/ss/rp)

Kata kunci terkait:
uang palsu dirantau prapat, uang palsu dirantauprapat

Lihat Juga

Ket. Gbr : Tersangka FA, pengisap ganja yang ditangkap Satres Narkoba Polres Psp di TPU Jalan Mgr Maradat Kec. Psp Selatan Kota Psp, Jum'at (20/7-2018). Foto Ali Akbar/SS

Polisi Amankan Pengisap Ganja Di TPU

Padangsidimpuan | suarasumut.com  –  Seorang pemuda ditangkap Satres Narkoba Polres Padangsidimpuan (Psp) di daerah Jalan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *