Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Dua Petugas Pajak Tewas Ditangan Toke Getah

Dua Petugas Pajak Tewas Ditangan Toke Getah

Gunungsitoli | suarasumut.com — Dua petugas pajak berinisial TPS dan SL tewas ditangan toke getah AL alias Ama Tety. Keduanya tewas akibat dianiaya AL di kawasan gudang getah milik AL yang terletak di Jalan Yos Sudarso, Desa Moawo, Kota Gunungsitoli, Selasa (12/4).

Kapolres Nias AKBP.Bazawato Zebua, SH, MH melalui Ps.Paur Humas Polres Nias Aiptu.Osiduhugo Daeli yang ditemui di Mapolres Nias, membenarkan kejadian pembunuhan terhadap dua petugas pajak tersebut.

Menurut Humas Polres Nias, pelaku AL alias Ama Tety usai melakukan pembunuhan terhadap kedua korban, langsung menyerahkan diri ke Mapolres Nias. Sedangkan mayat kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Gunungsitoli untuk divisum guna penyidikan.

“Betul, ada dua petugas pajak yang tewas dibunuh toke getah AL alias Ama Tety. Usai membunuh keduanya, AL langsung menyerahkan diri ke Mapolres Nias, dan kini sedang menjalani pemeriksaan. Selain pelaku, Polisi juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang pekerja AL,” terang Humas Polres Nias.

Kepada wartawan, Aiptu.Osiduhugo Daeli memberitahu, korban TPS merupakan petugas pajak dari kantor pelayanan pajak pratama Sibolga. TPS baru tiba di Gunungsitoli tadi pagi, dan ditemani SL tenaga harian kantor pelayanan penyuluhan dan konsultasi perpajakan (KP2KP) Gunungsitoli menagih tunggakan pajak kepada AL.

Hal senada juga diungkapkan Jannes Hutagalung, rekan TPS yang ditemui wartawan di Mapolres Nias. Menurut Jannes, dia bersama korban tiba di Gunungsitoli pukul 10.00 wib, dan berpisah karena menagih di lokasi yang berbeda.
Tagihan Pajak Rp 14,7 Milliar

AL alias Ama Tety Lahagu yang ditemui wartawan di Mapolres Nias mengaku jika dia yang melakukan pembunuhan terhadap kedua korban. Dia membunuh kedua korban menggunakan pisau dan batu.

“Saya yang bunuh keduanya, makanya saya datang ke Mapolres Nias untuk menyerahkan diri. Bagaimana saya tidak kalap, saya ditagih utang pajak sebesar Rp 14,7 milliar oleh keduanya, kan tidak masuk akal, bagaimana caranya saya bisa punya utang Rp 14,7 milliar, harta saya saja tidak sampai segitu,”ujar AL dengan kesal.

Dari penuturan AL, diketahui jika AL membunuh keduanya di lokasi gudang getah miliknya di Jalan Yos Sudarso, Desa Moawo, Kota Gunungsitoli. Kala menurut pengakuan pelaku, kedua korban tiba di rumahnya pukul 10.30 wib dan menyerahkan surat tagihan pajak sebesar Rp 14,7 milliar.

Melihat tagihan yang begitu besar dan tidak masuk akal, pelaku menyuruh kedua korban menunggu di pondok yang ada disamping gudang getah miliknya. Pelaku kemudian masuk kedalam gudang dan mengambil pisau pemotong tali pengikat getah dan menemui kedua korban.

Pelaku lalu berpura pura ingin duduk diantara kedua korban, tetapi saat melewati korban SL, pelaku langsung menduduki SL dan mencabut pisau yang disematkan dipinggangnya dan menikam TPS terlebih dahulu.

Akibat ditikam pelaku, TPS terjatuh, dan kesempatan tersebut digunakan pelaku untuk menikam SL yang telah diduduki terlebih dahulu. Akibat terkena tikaman, SL kabur, tetapi berhasil dikejar pelaku dan kembali ditikam dibagian tengkuk hingga jatuh tersungkur.

AL alias Ama Tety saat menyerahkan diri di Mapolres Nias.Tidak puas atas aksinya, pelaku mengambil batu dan memukul kepala SL hingga tewas. Sedangkan TPS yang telah terluka juga berusaha kabur, tetapi naas dia terjatuh ketika hampir mencapai pintu gerbang gudang, sehingga pelaku dapat menyusul TPS dan memukul kepala TPS dengan batu.(sw/ss-gs)

Kata kunci terkait:
Ari toke getah

Lihat Juga

Toko Mas Mutiara Disantroni Maling Di Siang Hari

  Tanjungleidong | suarasumut.com  –  Warga Kelurahan Tanjungleidong Kecamatan Kualuhleidong Kabupaten Labuhanbatu Utara dihebohkan adanya ...