Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› DPO Kejari Gunungsitoli Ditangkap Di Tasikmalaya

DPO Kejari Gunungsitoli Ditangkap Di Tasikmalaya

GUNUNGSITOLI, suarasumut.com — Buronan kasus dugaan korupsi dana rutin sekretariat DPRD Kota Gunungsitoli Firman Harefa yang telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Negeri Gunungsitoli sejak 17 Maret 2014, ditangkap di Kabupaten Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat. Firman Harefa mantan bendahara Setwan Kota Gunungsitoli ditangkap tim Kejari Tasikmalaya dibantu tim Polres Tasikmalaya, Rabu (23/7).

Hal tersebut diugkapkan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Gunungsitoli Junius Zega, SH, MH kepada sejumlah wartawan di kantor Kejari Gunungsitoli, Jalan Soekarno, Kota Gunungsitoli, Jum’at (25/7).

Kepada wartawan, Junius memberitahu, tersangka Firman Harefa dijemput tim Kejari Gunungsitoli ke Jawa Barat kemarin, dan langsung ditetapkan sebagai tahanan Kejari Gunungsitoli, Kamis (24/7) dan ditahan 20 hari kedepan untuk kepentingan penyidikan. tersangka kini sudah tiba di Kejaksaan Negeri Gunungsitoli melalui bandara binaka, Jum’at (25/7) dan akan dititip di rumah tahanan negara di Desa Boyo.

Penangkapan tersangka yang sudah menjadi buronan sejak maret lalu, menurut Junius adalah hasil kerjasama antara Kejati Jawa Barat dan Kejati Sumatera Utara, dimana data DPO tersangka telah disebarkan melalui monitoring centre di seluruh Kejari yang ada di Indonesia.

Sehingga atas kerjasama tersebut, masyarakat yang mengetahui keberadaan tersangka melaporkan ke Kejari Tasikmalaya, sehingga bersama anggota Polres Tasikmalaya, tim Kejari Tasikmalaya berhasil membekuk tersangka di salah satu rumah di Tasikmalaya, Rabu (23/7) pukul 15.00 wib.

Lalu Kejati Jawa Barat berkoordinasi dengan Kejati Sumut, sehingga tersangka di jemput di Jawa Barat dan dibawa kembali ke Kota Gunungsitoli dimana tersangka melakukan tindak pidana korupsi.

Ada Perbedaan Kerugian Negara

Junius juga memberitahu, dalam kasus dugaan korupsi dana rutin di Setwan DPRD Kota Gunungsitoli, penyidik Kejaksaan telah memeriksa 18 saksi, dan berdasarkan hasil audit BPKP, kerugian negara dalam kasus tersebut Rp 1,8 milliar.

Namun hasil audit tersebut terang Junius berbeda dengan hasil kerugian yang dihitung tim penyidik yakni Rp 800 juta, namun demikian dengan tertangkapnya tersangka, maka akan dilakukan pemeriksaan untk mendapat kepastian hasil kerugian negara yang sebenarnya. Atas perbauatannya, tersangka juga dijerat dengan UU pidan korupsi dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun. (sp/ss/gs)

Kata kunci terkait:
dpo tasikmalaya

Lihat Juga

Brakk!!! Mega Pro vs Vario, Satu Tewas, Satunya Lagi Kritis

TAPTENG | suarasumut.com  –  Lakalantas antara Mega Pro Bk 5800 ZAD vs Vario BB 5440 ...