Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Dituduh Meracuni Ikan, Enam Karyawan “Diperas” Manager

Dituduh Meracuni Ikan, Enam Karyawan “Diperas” Manager

Labuhanbatu | suarasumut.com  –  Enam karyawan panen PT.Evans Group Indonesia yang berdomisili di Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhanbatu diduga menjadi korban “pemerasan” oleh oknum Maneger nya sendiri.

Pasalnya, menurut keterangan sumber menyebutkan kalau ke enam karyawan panen ini dituduh meracuni ikan beberapa bulan lalu, lantas sang Manager PT.Evans Group Pangkatan RL bersama Ketua Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) GT kemudian memanggil SP,WH,SG dan tiga lainnya dan memberikan dua pilihan, yakni mengundurkan diri dan membawa persoalan ini ke ranah hukum.

Berdasarkan rekaman yang diperdengarkan sumber, menyebutkan SP salah satu dari ke enam karyawan yang dituduh meracuni ikan tersebut membenarkan hal tersebut,bahkan karena takut persoalan ini dibawa ke ranah hukum, lantas terjadi kesepakatan antara ke enam karyawan ini dengan Manager melalui Ketua SPBUN, dan diharuskan setiap orangnya membayar Rp 8.000.000, dengan maksud supaya persoalan ini selesai.

“Memang kami diberi dua pilihan, mengundurkan diri atau persoalannya dibawa ke polisi, yang mengatakannya ya..si GT Ketua SPBUN nya, dan karena takut persoalannya dibawa ke polisi akhirnya mereka ( GT red) meminta uang dame sebesar Rp 8.000.000 per orang, dan peristiwa tersebut terjadi sekitar akhir bulan (Januari 2016) satu sampai awal bulan dua (Februari 2016),”ungkap SP melalui rekaman yang diperdengarkan sumber.

Manager PT.Evans Group Pangkatan RL saat dikonfirmasi melalui SMS ke no Hp nya, Kamis (21/4) terkait persoalan ini tidak bersedia menjawab isi pesan singkat yang dilayangkan , kendati SMSkonfirmasi tertulis, “selamat sore pak Manager mohon konfirmasi pak, informasi yang kami dapat………”, tertanda terkirim.(ta/ss-lb)

Lihat Juga

MUI Dan Polisi Berperan Sebagai Pemersatu Bangsa

Padangsidimpuan | suarasumut.com – Peran serta ulama dan instansi kepolisian menjadi modal utama untuk menyatukan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.