Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Kabar Sumut ›› Gunungsitoli ›› Dituduh Kuasai Warisan, Abang Tembak Adik Kandung

Dituduh Kuasai Warisan, Abang Tembak Adik Kandung

Gunungsitoli | suarasumut.com — Karena dituduh telah menguasai seluruh harta warisan peninggalan orang tua mereka, SH alias Ama Sira (52) menembak adik kandungnya FH alias Ama Murni (51) dengan senapan angin hingga tewas.

Akibat perbuatannya, pelaku ditahan di sel tahanan Polres Nias, dan dijerat dengan pasal 338 subsider 351 ayat 3 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kapolres Nias AKBP.Bazawato Zebua, SH, MH melalui Ps.Paur Humas Polres Nias yang ditemui di Mapolres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Sabtu (4/6), memberitahu, jika pelaku menembak adik kandungnya di depan rumah pelaku yang terletak di Dusun II, Desa Baho, Kecamatan Lotu, Kabupaten Nias Utara, Jum’at (3/6) sekitar pukul 13.00 wib.

Pelaku dan korban telah lama berselisih terkait masalah harta warisan peninggalan orang tua keduanya. Keduanya telah berulangkali difasilitasi untuk berdamai, tetapi tak kunjung akur.

Sehingga pada hari kejadian, korban melintas di depan rumah abang kandungnya dengan berjalan kaki. Tiba tiba korban mendengar suara letusan senapan angin dari dalam rumah pelaku.

Karena penasaran mendengar suara letusan senapan angin dari dalam rumah abangnya, korban mendekat ke rumah abangnya dan mengintip melalui jendela. Tiba tiba kepala korban dipukul pelaku dari balik jendela dengan sepotong besi hingga jatuh.

Melihat korban yang nota bene adik kandungnya terjatuh, pelaku keluar dari dalam rumah dan bukan menolong korban. Tetapi pelaku malah menembak kepala korban dengan senapan angin beberapa kali hingga tewas.

Mendapat laporan dari masyarakat, Polisi Sektor Tuhemberua yang dipimpin Kapolsek Tuhemberua AKP.GB.Gea langsung terjun ke lokasi kejadian dan menangkap pelaku. Mayat korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Gunungsitoli untuk divisum.

Dari hasil visum, diketahui jika korban mengalami luka tusuk dibagian kepala sebelah kiri, dan mengalami beberapa luka yang diduga akibat tembakan senapan angin dibagian wajah. Kepada penyidik, pelaku mengaku menghabisi adik kandungnya karena dituduh korban telah menguasai seluruh harta warisan orang tua mereka.

“Pelaku dan korban telah lama berselisih terkait masalah harta warisan. Korban menuduh pelaku telah menguasai seluruh warisan orang tua mereka, padahal menurut pengakuan pelaku, harta warisan orang tua mereka telah dibagi rata sebelum orang tua mereka meninggal. Korban telah menjual bagiannya dan merantau 25 tahun, dan ketika kembali Februari 2015 yang lalu, korban ingin menguasai bagian pelaku,”tutur Ps. Paur Humas.

Tidak lupa Ps.Paur Humas menyampaikan, Kapolres Nias sangat menyesali kejadian tersebut. Menurut Kapolres Nias, kejadian tersebut tidak akan terjadi jika komunikasi keduanya terjalin dengan baik.(sw/ss-gs)

Lihat Juga

Kapolres : Anggota Polres Labuhanbatu Yang Beck-Up Judi Lapor Ke- Saya

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Polres Labuhanbatu terus gencar memburu pelaku perjudian diwilayah hukumnya. Terbukti dengan ...