Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› DITUDING IJAJAH PALSU, CALEG PARTAI DEMOKRAT LAKUKAN KLARIFIKASI

DITUDING IJAJAH PALSU, CALEG PARTAI DEMOKRAT LAKUKAN KLARIFIKASI

GUNUNGSITOLI, suarasumut.com — Karena dituding menggunakan ijazah palsu dalam pencalegkan dirinya sebagai calon anggota legislatif dari Partai Demokrat di daerah pemilihan I Kota Gunungsitoli, Herman Jaya Harefa akhirnya angkat bicara dan melakukan klarifikasi.

Herman Jaya bahkan menantang oknum oknum penyebar surat kaleng yang menuduh dia menggunakan ijazah palsu mau unjuk diri dan melaporkan tuduhan mereka kepada penegak hukum untuk mendapat pembuktian.
Hal tersebut disampaikan kepada sejumlah media ketika melakukan konfrensi pers di kantor PAC Partai Demokrat Kecamatan Gunungsitoli, Jalan Diponegoro, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Rabu ( 16/04 ).

Menurut Herman, tujuan oknum oknum penyebar surat kaleng di Kota Gunungsitoli tersebut adalah untuk menggagalkan dia menjadi Wakil Rakyat, serta upaya pembunuhan karakter terhadap dia, karena para pelaku merasa terancam dalam pencalegkan dirinya.

Namun, upaya oknum tersebut tidak berhasil, bahkan dengan gencarnya surat edaran penjatuhan karakter yang dilakukan terhadap dia, Herman malah mendapat kepercayaan lebih dari masyarakat Kota Gunungsitoli dengan memperoleh suara tertinggi di dapil I, dimana dia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.

Kepada para awak media, Herman bahkan mengatakan bahwa dia menantang para oknum tak bertanggungjawab tersebut membuktikan tuduhan mereka, dan untuk bahan kepada para oknum tersebut, dia membeberkan dimana dia tamat sebagai bahan oknum tidak bertanggungjawab tersebut melakukan pengecekan langsung dan melaporkan ke pihak Penegak Hukum apa bila dia benar benar telah menggunakan Ijazah palsu.

Dia menamatkan sekolah tingkat SLTP di SMP Swasta Kristen BNKP Kota Gunungsitoli tahun 1997, dengan nomor induk 4903 dan Kepala Sekolah yang menandatangani ijazahnya saat itu bernama Enoni Harefa.
Untuk ijazah SLTA, Herman mengungkapkan dia tamat SMA menggunakan ijazah paket C setara Sekolah Menengah Atas dengan nomor ijazah 01PC0100580, nomor induk 5020 lulusan Program Ilmu Pengetahuan Sosial di PKBM Budaya, Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat tanggal 13 Agustus 2007, dan ijazahnya ditandatangani langsung oleh Suku Dinas Dikmenti Andi Kunarso, SE, M.Ed.

Mengenai tidak adanya sidik jari pada Ijazah paket C nya, Herman menjelaskan jika kala itu dia menerima ijazahnya dalam keadaan sudah di laminating dan lupa untuk membubuhkan sidik jarinya. Namun untuk membuktikan ke absahan tersebut, dia meminta oknum oknum tersebut mendatangi langsung tempat dia menamatkan paket C nya atau Dinas Pendidikan dimana dia tamat paket C.

Sedangkan untuk ijazah S1, dia mengungkapkan tamat kuliah di STT Abdi Filadelfia Internasional dengan SK Depag RI nomor DJ.III/KEP/II K.005/227/2007 dan Ketua DR.Rita Sihotang Cussoy, MA. Kampusnya ber alamat di Cut Mutia Plaza Blok A5 no 9-10, Margahayu, Bekasi Timur. Menurut Herman, saat dia kuliah di STT Abdi Filadelfia Internasional dan tamat dengan nomor seri akta 258/A-AFI/100 Jakarta 12 Oktober 2011 dan NIM 87.92.63, sekolah tersebut masih belum ter akreditas dan hanya berstatus terdaftar.

Maka pada tahun 2013, dia mengikuti ujian negara untuk mendapat akreditas di STT Sunsugos yang dipimpin Drs.Gabriel Mangunsong, M.Th, dan tamat dengan nomor ijazah 027/Ijazah S.Pdk/STTS/III/2013 tanggal 1 Maret 2013.
Bahkan Ijazahnya dari STT Sunsugos dikeluarkan sesuai SK Dirjen Bimas Kristen kementerian Agama RI Prodi Pendidikan Agama Kristen nomor DJ.III/KEP/HK 005/25/2013 tanggal 10 Januari 2013 dan ditandatangani langsung oleh Dirjen Bimas Kristen DR.Saur Hasugian, M.Th, DD

Sebelumnya, di Kota Gunungsitoli banyak selebaran gelap yang disebar di setiap sudut Kota Gunungsitoli pada 9 April 2014, dimana dalam selebaran tersebut tertulis himbauan kepada warga Kota Gunungsitoli untuk tidak salah memilih dan tidak dapat di bohongi serta ditipu oleh Herman Jaya Harefa dari daerah pemilihan 1, nomor urut 2 dari Partai Demokrat.
Dalam selebaran tersebut, Herman Jaya Harefa dikatakan sedang di periksa di Polda karena ijazah paket C dan ijazah sarjana ( S.Pdk ) yang ilegal ( palsu ). ( sp/ss/gs )

Kata kunci terkait:
Herman jaya harefa, STT AFI, sk dirjen bkka no dj III /kep/hk 005/25/2013, Kampus Sttafi jakarta, ijazah palsu PKBM Budaya, Ijasah STT AFI, pkbm budaya, SK Dirjen Bimas Kristen kementerian Agama RI Prodi Pendidikan Agama Kristen nomor DJ III/ KEP/HK 005/25/2013 tanggal 10 Januari 2013, delfia pangaribuan, berita pkbm budaya palsu ijazah

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...