Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Distamben Tapteng : Keberadaan Galian C Di Desa Poriaha Tidak Miliki Izin

Distamben Tapteng : Keberadaan Galian C Di Desa Poriaha Tidak Miliki Izin

Tapteng, suarasumut.com – Warga Desa Poriaha Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah resah akibat adanya galian C di desanya. Galian C seminggu sebelumnya sudah diingatkan oleh warga Desa Poriaha dan Desa Pagaranri, karena Galian C berada persis di Daerah Aliaran Sungai (DAS).

Akibat kehadiran Galian C yang meresahkan masyarakat ini meminta kebijaksanaan Kepala Desa dan Camat Tapian Nauli. Warga sekitar yang bermukim di DAS berharap supaya dilakukan rapat tentang penolakan galian tersebut.

Barungun Hutagalung, salah seorang warga Poriaha yang juga anggota salah satu organisasi kemasyarakan Tapian Nauli mengatakan,”kami tidak sejutu dengan masuknya alat berat yang beroperasi tentang galian ini, sebab saat ini memang belum kita rasakan dampaknya, bukanya kami iri pada kontraktor, sebelumnya kami memang telah mengadakan rapat dengan Kepala Desa bapak Tamba agar tidak terjadi suatu hal yang tidak kita harapkan kedepan,”terangnya.

Sampai saat ini, Jum’at (16/01), alat berat yang diduga milik pengusaha swasta ini masih tetap melakukan aktivitasnya. “Kami suruh bergerak, sekarang pengangkut alat alat berat (torado) serta dump truck harus secepatnya bergeser dari sini, lihat saja Beko (alat berat) sudah menanti, tambah Barungun seiring memandu alat berat ke Trado.

Camat Tapian Nauli, Rinaldi Siregar di ruang kerjanya mengungkapkan,” kami sudah adakan rapat desa dari beberapa hari sebelumnya, dan hasil rapatnya sudah kami serahkan ke Distamben (Dinas Pertambangan Dan Energi) Tapteng,”sambungnya.

“Saya setuju dengan hasil rapat tersebut, tentang adanya warga pro dan kontra tentang galian ini, itu merupakan dinamika. Dan perlu untuk diketahui bahwa kami sebagai perangkat pemerintah di kecamatan tidak pernah menerima pajak sepeserpun. Jelasnya dalam rapat, banyak warga tidak setuju atas keberadaan galian tersebut,”terangnya

Ditempat terpisah suarasumut.com menkomfirmasi Kepala Distamben Tapteng, Edy Sopyan Damanik melalui Kepala Bidang Pertambangan Umum Humara Sianturi, membenarkan bahwa laporan tentang galian C yang ada di Desa Poriaha telah kami terima dari Camat Tapian Nauli.

“Sekarang alat beratnya sudah tidak beroperasi lagi, sudah bergerak meninggalkan tempat dari permasalahan, sesuai dengan kemauan masyarakat Poriaha sudah kami suruh meninggalkan tempat,” jelas Humara.

“Poriaha itu zona terlarang pada galian C, kalau kita biarkan galian secara tidak merata akan terjadi pendangkalan dan disitulah terjadinya banjir. Hal ini tidak bisa dibiarkan berlama lama, dan terkait ijin seperti ini pun tidak akan kami terima. Ini akan kami “follow up” pada bulan maret kedepan kami akan pajangkan Pamplet (Plang) di sekitar DAS (Daerah Aliran Sungai) yang rawan banjir,” imbuhnya menambahkan.

Masih keterangan Humara, ada baiknya jika memang DAS itu digali secara merata sepanjang DAS, mulai dari Sabah bidang (Ampolu) dan seterusnya, dikorek dalam-dalam supaya tidak terjadi banjir di karenakan pendangkalan dan bisa menambah pendapatan masyarakat, tapi jika memang masyarakatnya mau ya?, dan matrialnya tetap di pinggiran atau disisi DAS jangan diambil, sebab ada contoh seperti di Kecamatan Manduamas yang ada di Desa Pardomuan sudah terlaksana sukses tentang pendalaman DAS tersebut. Tapi jika hasil galian tersebut mendapat 8000 kubik dari yang punya tanah,apa salahnya kita kasih sama yang punya beko 3000 kubik sebagai ganti, bayar minyak alat beratnya,”saran Humara mengakhiri.(ph/ss/tt)

Kata kunci terkait:
camat tapian nauli, Nama camat tapian nauli

Lihat Juga

OPD Pemkab Labuhanbatu Laksanakan Bhakti Sosial Ke Panti Asuhan

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Dalam rangka memperingati Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang ke-72 Tahun ...