Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Disperindag & UKM Sibolga Dukung Permendag RI No.06 Tahun 2015

Disperindag & UKM Sibolga Dukung Permendag RI No.06 Tahun 2015

Sibolga, suarasumut.com – Dengan baru dikeluarkannya Peraturan Menteri Perdagangan(PERMENDAG) RI No.06/M-DAG/PER/1/2015, yakni melarang menjual miras (minuman keras) yang mengandung kadar alkohol tinggi yang akan mulai berlaku pada bulan April tahun 2015 oleh Menteri Perdagangan RI, Rahmat Gobel, Pemko Sibolga melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan UKM (Perindagkop dan UKM)masih menunggu dan mendukung rencana yang akan di ambil Kebijakan oleh PERMENDAG tersebut.

“Sebelumnya, sekitar pertengahan tahun 2013 kita memang sudah menutup penjualan miras, yang bekerjasama dengan aparat hukum, apalagi usaha yang tidak memiliki ijin akan ditutup sebab itu dianggap tidak resmi, sudah di periksa oleh aparat hukum yang ada lingkungan Sibolga, dan sudah kami ketahui tentang adanya PERMENDAG RI NO.06 Tahun 2015,” ungkap Ichwan Simatupang,S.sos,MSP sebagai kepala Dinas Perindagkop dan UKM Sibolga di ruang kerjanya ,Selasa (03/02).

Ichwan menambahkan, sejak awal februari tahun 2012, rekomendasi MUI (Majelis Ulama Indonesia) pada kajiannya melarang minuman yang mengandung Alkohol baik kadar rendah, menengah dan tinggi, sehingga timbullah yang sering disebut penyakit masyarakat (pekat). Hal ini sangat mengganggu moral serta kesehatan masyarakat Sibolga.

Lebih lanjut dijelaskannya, tempat penjualan miras ini terdiri dari dua kategori , satu dari kategori umum termasuk, perumahan dan trotoar pinggir jalan seperti lapo tuak, ada lagi tuak di daerah kita Sibolga ini yang paling tinggi mengandung kadar alkoholnya disebut tuak Suling, dan satu lagi untuk kategori perhotelan termasuk karaokean atau tempat-tempat hiburan malam. “Semua itu kadar alkoholnya harus kita perhatikan, apakah ini sudah termasuk miras yang mengandung toksin bagi kesehatan,”terang Ichwan.

“Tapi semua yang ada pada kategori tersebut kita ketahui sangat minim tidak banyak mengandung kadar alkohol tinggi yang di perdagangkan, sebab kebanyakan penggemar alkohol hanya kebanyakan orang asing yang suhunya rendah disana, datang ke Indonesia untuk mengkomsumsi alkohol, bisa juga jadi tambahan pendapatan daerah, tapi tempat kita ini bukan sering didatangi oleh orang asing,”pungkasnya.

Ditambahkannya lagi, kategori miras dikatakan hanya diatas 10% seperti kategori miras Jhonny Walker. ”Tugas kami tentang perdagangan tersebut hanya merekomendasi apakah usaha tersebut sudah mempunyai berkas biro jasa SIUP TDP (Surat Ijin Usaha Perdagangan Tanda Daftar Perusahaan) di daerah Sibolga ini,”tutup Kadis Perindagkop dan UKM tersebut.(ph/ss/sb)

Kata kunci terkait:
disperindag tapteng, biro jasa sibolga

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...