Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Disinyalir Tangkap Lepas, Kapolres: Tidak Ada Perkara Yang Dapat Direkayasa

Disinyalir Tangkap Lepas, Kapolres: Tidak Ada Perkara Yang Dapat Direkayasa

Rantauprapat, suarasusmut.com – Tugas dan fungsi Polri di Resort Labuhanbatu Daerah Sumut semakin menjadi sorotan public seiring banyaknya penanganan perkara yang menunjukan kesan tanpa manajemen. Kinerja Polri di Resor Labuhanbatu Daerah Sumut ini semakin disoroti setelah adanya penangkapan seorang warga berinisial As bagaikan target operasi (TO) pengguna narkoba ataupun judi bola, padahal hanya perkara utang piutang.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com hingga Minggu (4/1), sekitar pukul 23.00 Wib tanggal 26 Desember 2014 lalu, 4 personil Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Untit Reserse Umum (Resum) menangkap seorang warga berinisal As di salahsatu Café jalan Ahmad Yani, Rantauprapat. Pada saat itu, As mendapatkan perlakuan bagaikan seorang TO pengguna narkoba atau pun judi bola.

Ironisnya, usai diperiksa di Unit Resum, As langsung dilepas dengan dalihan perkara yang ditangani oleh 4 personil Sat Reskrim Unit Resum tersebut terkait utang piutang As terhadap teman Kepala Sat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Hendra Eko T. Lebih ironisnya lagi, penangkapan As dari Café itu tanpa dibekali laporan polisi dan surat perintah penangkapan.

Kapolres Labuhanbatu, saat dikonfirmasi terkait tangkap lepasnya As bermodalkan pertemanan dengan Kepala Sat Reskrim via short massage service (SMS), AKBP Teguh Yuswardhie menyebutkan, hal tersebut merupakan pendapatan seseorang semata. Menurut AKBP Teguh Yuswardhie, penangkapan terhadap seseorang karena terpenuhinya unsur sebagaimana diatur Pasal 284 KUHAP. “Itu kan pendapat seseorang saja, tidak ada perkara yg dapat direkayasa, apalagi masalah hutang, Kalau seseorang ditangkap pasti unsur terpenuhi sesuai pasal 284 KUHAP, kalau kemudian di tangguhkan kemungkinan ada pertimbangan penyidik sesuai UU yang bersangkutan tidak melarikan diri, mengulangi perbuatan , menghilangkan barang bukti dan mempersulit penyidikan,” kata orang nomor satu di Polres Labuhanbatu ini melalui SMS.

Anggota Polri berpangkat bunga melati dua itu juga menyebutkan, teman Kapala Sat Reskrim, yang dimaksud dikarenakan penafsiran seseorang dan kebentulan mengenal AKP Hendra Eko T. Lanjutnya, dirinya akan mempertemukan orang yang ingin klarifikasi agar hal tersebut menjadi clear.

“Kalau dikaitkan kenal dengan pejabat Reskrim itu mungkin penafsiran seseorang dan kebetulan dia kenal dgn pejabat reskrim, apakah kalau seseorang kenal dgn pejabat dan orang tersebut sebagai korban tindak pidana kemudian yang bersangkutan tidak boleh melaporkan perbuatan pidana?. Saya rasa kalau anda mau klarifikasi silahkan ke ruangan saya nanti langsung saya pertemukan dengan penyidik atau pejabat anda, biar clear dan saya pun jelas anda juga puas … Trims,” jelas Teguh Yuswardhie.

Saat disebutkan pertemanan dengan Kepala Sat Reskrim atas penangkapan As yang dimaksud didasari pernyataan Kepala Sat Reskrim, AKP Hendra Eko T dan Kepala Unit Resum, Iptu Ilham, Teguh Yuswardhie mendalihkan dirinya sedang dalam perjalanan dinas ke Medan. Padahal, pemberitaan tangkap lepas dengan dalihan utang piutang di informasikan kepadanya sejak 30 Desember lalu. “Terimakasih infonya. Nanti saya tanya ke Kasat reskrim . Saya perjalanan dinas ke Medan.  Rabu saya tanya yang bersangkutan. Sorry hp E 90 saya tdk bisa browsing internet. Nanti saya buka ditablet saya. Tks,” balas Teguh Yusdiwardi melalui SMS.

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, keterangan Kepala Sat Reskrim, AKP Hendra Ek T dan Kepala Unit Resum, Iptu Ilham saling bertentangan terkait dasar penangkapan As. Menurut Iptu Ilham, penangkapan As didasari laporan polisi dan surat perintah penangkapan, sementara AKP Hendra Eko T tanpa didasari laporan polisi maupun surat perintah penangkapan. “Kalau itu sudah jelas ada-lah abngkuuuuu kita kan tau aturan abngku yaaa,” jawab Ilham beberapa waktu lalu saat disebutkan, penangkapan As tanpa laporan polisi dan tanpa surat perintah penangkapan.

Ipda Ilham mengaku, penangkapan As didasari laporan polisi dan surat perintah penangkapan dikarenakan dirinya memahami peraturan. Tentunya, keterangan AKP Hendra Eko T yang mengaku menunjukan dirinya tidak memahami peraturan sehingga dirinya mengaku penangkapan As tanpa didasari laporan polisi dan surat perintah penangkapan As.

“Bukan penangkapan, diundang untuk diperiksa dan ternyata hanya salah perhitungan setelah itu kita lepas. Gak ada laporan dan surat perintah penangkapan,” jawab Hendra Eko T beberapa waktu lalu. (ls/ss/lb)

Kata kunci terkait:
unit resum

Lihat Juga

OPD Pemkab Labuhanbatu Laksanakan Bhakti Sosial Ke Panti Asuhan

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Dalam rangka memperingati Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang ke-72 Tahun ...