Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Disinyalir Sarang Portitusi Dan Narkoba, Muspika Bilah Hilir “Mandul” Tak Bernyali Tutup Kafe Remang Remang

Disinyalir Sarang Portitusi Dan Narkoba, Muspika Bilah Hilir “Mandul” Tak Bernyali Tutup Kafe Remang Remang

Negerilama | suarasumut.com  –  Muspika Kecamatan Bilah Hilir dinilai tokoh pemuda dan tokoh masyarakat (Tomas) Dusun Sei Mambang Hilir Desa Sei Tampang ‘Mandul’ dan tak bernyali untuk menutup kafe remang-remang yang menjadi sarang prostitusi dan peredaran narkoba,

Pasalnya pertemuan yang sudah pernah dilakukan antara warga dengan para pengusaha kala itu (8 Oktober) dimediasi Muspika itu serta disimpulan serta diberikan waktu satu minggu kepada para pengusaha guna menutup aktifitas usahanya yakni bertamengkan jualan tuak dibungkus prostisusi, namun tak digubris di Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu.

Bahkan, para pengusaha itu justru mendatangkan belasan yang diduga Penjaja Seks Komersial (PSK) yang masih berusia belia serta merasa lingkungannya seperti daerah barbar.

Tokoh pemuda Rimba Sianturi, A.Lundu Tambunan serta J.Marpaung kepada beberapa wartawan, Selasa (24/10) mengatakan Muspika tidak mampu memberantas kafe yang menjadi keresahan warga.

“Muspika Mandul, tak bernyali tutup kafe remang-remang sarang prostitusi dan peredaran Narkoba, ada apa ini semua ? kog melakukan pembiaran?” ungkap Tambunan dan Marpaung senada.

Tambunan bahkan mengultimatum, bila dalam seminggu ini tidak ada tindakan nyata dari muspika, warga akan melakukan tindakan nyata. “Muspika tidak ada tindakan, warga yang bergerak,” tegasnya.

Oleh sebab itu katanya, jangan sampai warga  marah dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sehingga akan menambah persoalan baru.

Tokoh Masyarakat Nulis Karo-karo, didampingi tokoh masyarakat adat Op.Buha Manurung dan tokoh agama Silalahi kepada wartawan mengatakan kecewa atas sikap Camat Bilah Hilir Bonaran Tambunan,SIP dimana tidak konsekwen dengan apa yang menjadi hasil musyawarah kala itu.

“Kita kecewa melihat kepemimpinan Camat Bilah Hilir, Ada apa ini semua,“ ungkap Karo-Karo.

Diungkapkannya lagi, sampai kapan pun, warga disini tetap keberatan atas hadirnya kafe remang-remang yang menjadi sarang prostitusi dan peredaran narkoba didaerah ini.

Para tokoh masyarakat itu berharap, Kapolda Sumatera Utara, Paulus Waterpauw dapat menutup kafe remang-remang yang menjadi sarang prostitusi dan sarang peredaran narkoba itu secepatnya.

“Pak Kapolda, tolong kafe itu ditutup, warga sudah resah,” ungkap Op. Buha Manurung diaminkan yang lainnya.

Camat Bilah Hilir, Bonaran Tambunan,SIP ketika dikonfirmasi Selasa (24/10) melalui selularnya kepada wartawan mengatakan dirinya masih ada acara. “Aku masih ada acara, nanti kuhubungi lagi ya, Pak,” ungkapnya.

Sebelumnya, pengusaha Kafe remang-remang Binsar Nababan, Lia dan Ana mengatakan kalau satu tutup maka semua harus ditutup. “Satu tutup maka semua harus ditutup,” ungkap Nababan didepan forum. (fk/ss-lb)

Lihat Juga

Pemkab Nias Bantu Lanjut Usia Terlantar

Nias | suarasumut.com  —  Pemerintah Kabupaten Nias memberikan bantuan kepada 100 orang Lanjut Usia terlantar ...