Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Dibunuh?, Mayat Abang Adik Ditemukan Ngambang Di Sungai Aekledong

Dibunuh?, Mayat Abang Adik Ditemukan Ngambang Di Sungai Aekledong

Aekkanopan I suarasumut.com  –  Dua orang abang beradik Ismail (32) dan Zulkifli (30), warga Dusun Boped Air Salak, Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara ditemukan tewas mengambang dengan posisi tertelungkup di dalam sungai Aek Leidong, Dusun Boped VI Air Salak, Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sabtu (18/6).

Pertama sekali yang melihat mayat ini adalah Saharuddin (50), warga Boped Air Salak, Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Sendiman (45) warga Dusun Suka Sari Baru, Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Udin dan Diman melihat ada mayat mengambang saat mereka melintas Sungai Aekleidong lokasi tempat mayat di temukan, saat mereka ber dua mau menuju ke kebun mereka sekitar pukul 18.15 Wib.

Setelah kedua saksi melihat ada dua mayat terapung di dalam sungai dengan posisi tertelungkup, mereka langsung melapor ke Kadus (Kepala Dusun) Air Salak, Ponimin. Selanjutnya Kadus tersebut melapor penemuan mayat ini ke Polsek Kualuh Hulu, sekitar pukul 8.30.

Team dari Polsek pun terjun untuk mengevakuasi mayat tersebut, dibantu dengan team reaksi cepat dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Labuhanbatu Utara yang menanggapi kejadian ini saat melihat postingan di Fb (Facebook).

“Kami melihat postingan bang di facebook, bahwa ada mayat ditemukan di Air Salak, terus dengan reaksi cepat Kabid Kedaruratan Mujiono langsung mengutus team tujuh orang. Kami empat langsung kelokasi dan tiga orang menunggu di RS PTP III Membang Muda,” ujar Busriadi, salah satu personil reaksi cepat BPBD Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Kapolsek Kualuh Hulu AKP Muslim Jaya mengatakan saat dikonfirmasi, bahwa ditubuh kedua mayat tidak di temukan tanda-tanda kekerasan, kedua mayat ditemukan berpakaian lengkap dengan masing-masing mengantongi sebuah Hp (handphone), di kantong Ismail ditemukan uang sebanyak Rp. 550.000 (lima ratus lima puluh ribu rupiah). Dan sementara diduga hanyut karena salah satu mengidap penyakit sawan. “kemungkinan-kemungkinan lain masih dalam pengembangan,”ujar Muslim.

Informasi dari salah seorang warga yang tidak mau namanya disebut mengatakan, diwajah korban seperti ada terlihat bekas benturan. “Terbilang janggal kalau mereka ini dikatakan hanyut, airnya aja enggak terlalu dalam. Lagi orang seperti mereka paling tidak tahu berenang,”katanya.FB_IMG_1466249011632.

Lelek (Paman) korban Ali Umri pihak keluarga korban yang mendampingi saat mayat dievakuasi ke RS PTPN III Membang Muda, mengatakan ” Ismail dan Zulkifli sudah dua hari menghilang dan ditemukan telah meninggal dengan posisi mengambang di sungai, dengan jarak 4 (empat) kilometer dari rumahnya. “Ismail meninggalkan satu istri dan dua anak yang masih berumur 4 tahun dan 1 tahun. Memang Ismail dulu pernah mengidap penyakit Sawan, tetapi kami menginginkan dilakukan Autopsi terhadap kedua mayat keponakan ku,”ujar Paman korban.(bn/ss-lu)

Kata kunci terkait:
penemuan mayat disungai billa labuhan batu 2016, bandar sabu kualuh hilir, penemuan mayat di sungai batu bara, ditemukan mayat di sungai sei suka sumatera utara, orang meniggal ngambang di air karena dibunuh, mayat di sungai batubara, penangkapan bandar sabu di kualuh hilir, nama kepala pengelola keuangan labuhanbatu utara desember 2016, kebakaran rumah di marbau simpang rambe labuhanbatu utara, gambar desa sukarame kualuh hilir

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...