Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Dishub Bantah Ada Surplus Retribusi Parkir Miliaran Rupiah Tiap Tahun‏

Dishub Bantah Ada Surplus Retribusi Parkir Miliaran Rupiah Tiap Tahun‏

Asahan, suarasumut.com – Banyak kalangan masyarakat menuding retribusi parkir yang dikutip oleh juru parkir (jukir) di sejumlah titik dan badan jalan di kota asahan surplus sampai miliaran rupiah setiap tahun sedangkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari parkir hanya Rp 173 juta.

Hal ini dilihat dari lokasi parkir ada 40 titik yang tersebar di Kisaran Kota, tiap satu titik harus menyetor Rp 40.000-Rp 60.000,- per hari ke Dinas Perhubungan melalui seksi parkir, belum lagi ada parkir bulanan Bank-bank, Pegadaian, Swalayan, Toko-toko, Rumah makan yang disetor ke Dinas Perhubungan. Diduga oknum dinas perhubungan main mata dengan jukir dalam mengelola parkir sebagai ajang korupsi dan kolusi dengan bertamengkan Perda.

Kabid Sarana dan prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Asahan, Umar saat ditemui awak media di ruangannya, Selasa(10/3) membantah ada surplus retribusi parkir sampai miliaran. ’’Tidak pernah dinas perhubungan menerima retribusi parkir sampai miliaran, seharusnya rekan-rekan pers dan LSM itu kalau ambil sampel dari juru parkir jangan dari setoran paling besar Rp 40.000,-Rp60.000 per hari,

“Memang kalau dikalikan Rp 60.000,- x 40 titik udah 2,4 juta per hari, padahal tidak semua jukir nyetor segitu, setau saya cuma lima titik setorannya 40ribu-60ribu per hari seperti di jl Panglima Polem, Toko A.A, Diponegoro, jl Cipto simpang jl Ahmad Yani, Gereja Methodis, lain dari itu setoran jukir ada yang 10ribu sampai 20 ribu per hari,”ujarnya .

“Apalagi banyak jukir yang nakal,tidak mau memberi karcis parkir padahal berdasarkan karcis itu kita tau berapa setoran tiap jukir.kami belum bisa pantau tiap hari para jukir yang pasti kami selalu kasi pengarahan,’’ terang Umar menambahkan.

Menurut Umar, investigasi dari pers dan LSM di lapangan tidak akurat dan perlu dicheck kebenarannya sehingga tidak menimbulkan kecurigaan sama dinas perhubungan.

‘’Sudah banyak surat LSM masuk kesini untuk mempertanyakan retribusi parkir hal ini sesuai dengan temuan mereka. saya udah tantang mereka biar diambil alih parkirnya asalkan bisa dipenuhi target PAD sebesar Rp 180 jutaan per tahun namun taka da yang mau,”tambahnya.

Salah seorang jukir kepada media mengatakan, biasanya tiap hari saya setor Rp 20.000,-per shift(jam 8 pagi sampai jam 3 sore) untuk shift ke dua (malam) Rp 20.000,- juga setor ke dinas perhubungan jadi untuk lokasi kami tetap setor Rp 40.000,- per hari.

Nining(24), pemiliki sepeda motor warga Kota Kisaran mengaku setiap parkir di badan jalan selalu dikenakan biaya parkir Rp 1.000 tanpa memperoleh karcis parkir sesuai Perda.

“Yang saya tahu biaya parkir Rp 1.000, kadang saya kasih Rp 2000,- tidak dikembalikan lagi sisanya, kalaupun sesuai peraturan daerah Rp 500, kenderaan roda dua saya kurang tahu,” ujar nining kepada awak media, Selasa(10/3) usai belanja di sebuah Toko Ponsel di jl Imam Bonjol.

Hasil pantauan, kota Kisaran khususnya jalan Imam Bonjol dan Dipanegoro siang malam di sesaki ratusan sepeda motor, tepat di depan toko-toko yang di serbu pengunjung. Mulai dari toko busana sampai toko roti, dan Ponsel. Sepeda motor ini parkir di halaman toko sampai badan jalan seperti terlihat di toko-toko besar.para jukir aktif sampai jam 11 malam

Yang menjadi keheranan, juru parkir ini setiap kali pengunjung memarkirkan kendaraan, langsung disodorkan kartu yang harus dibayar Rp.2000, tanpa memberikan karcis parkir dan harga parkir naik 300 persen

Padahal Sesuai Perda Pajak Parkir kendaraan roda dua, bila pemilik memakirkan kendaraanya di badan jalan, maka dikenakan (dikutip) retribusi parkir Rp 500

Kata kunci terkait:
retribusi parkir bulanan ke toko, berapa bulanan parkir di kutip dishub, halaman toko parkir dishub

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...