Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Direktur CV.Karya Sendoro Minta Hakim Mengabulkan Seluruh Gugatannya

Direktur CV.Karya Sendoro Minta Hakim Mengabulkan Seluruh Gugatannya

Gunungsitoli, suarasumut.com — Direktur CV.Karya Sendoro, Sonitehe Telaumbanua, SH meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gunungsitoli untuk mengabulkan seluruh gugatannya. Bupati Nias atau tergugat I diminta memberikan kompensasi kenaikan harga pada penawaran CV.Karya Sendoro sebesar 10 persen masing masing harga satuan dan kuantitas barang yang telah ditawarkan sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Direktur CV.Karya Sendoro Sonitehe Telaumbanua, SH dalam berita acara kesimpulan CV.Karya Sendoro yang diserahkan kepada Ketua Majelis Hakim Khamozaro Waruwu, SH, MH, pada sidang penyampaian kesimpulan di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli, Kamis (3/9).

Pada pelaksanaan sidang gugatan direktur CV.Karya Sendoro terhadap Bupati Nias dan direktur RSUD Gunungsitoli, setelah menerima berita acara kesimpulan kedua pihak yang bersengketa, Ketua Majelis Hakim Khamozaro Waruwu, SH, MH menutup sidang. Sebelum menutup sidang, Ketua Majelis Hakim mengumumkan bahwa sidang keputusan digelar dua minggu lagi, Kamis (17/9).

Berdasarkan berita acara kesimpulan yang diberikan direktur CV.Karya Sendoro kepada wartawan, diketahui jika dalam kesimpulannya, direktur CV.Karya Sendoro meminta agar SK Bupati Nias nomor : 640/1512/Adm.Pemb tanggal 18 Desember 2012, SK Direktur RSUD Gunungsitoli selaku pengguna anggaran/PPK nomor : 027/8276/PPK tanggal 27 Desember 2012, tentang pernyataan pembatalan pengumuman nomor : 20/PBJ-Alkes/RSUD-GS/XI/2012 tanggal 16 November 2012 dibatalkan.

Menyatakan sanggahan banding tergugat intervensi I tidak terbukti, dan mewajibkan tergugat I dan tergugat II menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) terkait pengumuman nomor : 20/PBJ-Alkes/RSUD-GS/XI/2012 tanggal 16 November 2012, dan menghukum tergugat I dan tergugat II untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam sengketa.

Bupati Nias Salah Gunakan Wewenang Dan Terbitkan Surat Palsu

Selain itu, dalam berita acara kesimpulan CV.Karya Sendoro, direktur CV.Karya Sendoro menuding Bupati Nias atau tergugat I telah melakukan penyalahgunaan wewenang dan tindakan (Abuse of Power) dalam jabatannya selaku kepala daerah.

Dimana Bupati Nias menggunakan sarana jabatannya untuk meniadakan, menghapuskan dan merubah hak kemenangan CV.Karya Sendoro pada pengadaan Alkes RSUD Gunungsitoli tahun anggaran 2012.

Direktur CV.Karya Sendoro mengindikasi jika Bupati Nias menerbitkan surat palsu terkait sanggahan banding, dan melakukan rangkaian kebohongan serta penipuan. Bupati Nias cenderung menggelapkan kemenangan CV.Karya Sendoro pada pengadaan Alkes RSUD Gunungsitoli, dengan modus menyatakan sanggahan banding PT.Winatindo Bratasena benar.

Perbuatan Bupati Nias menurut Sonitehe, telah melanggar asas umum pemerintahan yang baik, yakni asas kepastian hukum, karena menerbitkan surat keputusan pembatalan kemenangan CV.Karya Sendoro hanya bermodal surat dari perusahaan Ridwan Winata, yang konteksnya berbeda dengan konteks sanggahan awal.

Melanggar asas tertib penyelenggaraan negara, karena mengintervensi kewenangan panitia pengadaan RSUD Gunungsitoli dalam melaksanakan pelelangan, dan mencampuri urusan spesifikasi yang ditawarkan penyedia untuk diarahkan pada spesifikasi tertentu. Kemudian melanggar asas kepentingan umum, karena mengesampingkan kepentingan umum dalam hal menunjang sarana pelayanan RSUD Gunungsitoli.

Akibat perbuatan Bupati Nias tersebut, CV.Karya Sendoro mengalami kerugian materi dan Immaterial. Kerugian materi yang dialami CV.Karya Sendoro, berupa panjar barang, biaya hotel, biaya dokumen dan biaya biaya lainnya selama mengikuti perkara 3 tahun lamanya.

Kerugian Imaterial yang dialami CV.Karya Sendoro, akibat pembatalan tersbeut, CV.Karya Sendoro kehilangan pekerjaan sebagai suplier Alat Kesehatan, karena pendukung dan distributor Alkes CV.Karya Sendoro merasa kecewa.

Kuasa Hukum Bupati Nias, Agusmar Zalukhu yang ditemui wartawan usai sidang, tidak mau berkomentar dan memberikan salinan berita acara kesimpulan Bupati Nias dan Direktur RSUD Gunungsitoli kepada wartawan. “Kami tidak bisa berkomentar, dan salinan kesimpulannya nggak bisa saya berikan. Baiknya kita tunggu saja keputusan pengadilan dua minggu lagi,” ujar Agusmar sambil berlalu.(ih/ss/ni)

Lihat Juga

Kapolres : Anggota Polres Labuhanbatu Yang Beck-Up Judi Lapor Ke- Saya

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Polres Labuhanbatu terus gencar memburu pelaku perjudian diwilayah hukumnya. Terbukti dengan ...