Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Dipalak, Oknum TNI Dilaporkan Ke Unit Pengaduan Polisi Militer Sibolga

Dipalak, Oknum TNI Dilaporkan Ke Unit Pengaduan Polisi Militer Sibolga

Sibolga | suarasumut.com  –  Amudi Hutagalung dan Jhon Pinda Siregar orang tua korban dari pemukulan oknum TNI terhadap sejumlah stasus anak pelajar, warga Desa Mela Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengadu ke unit pelayanan dan pengaduan Polisi Militer, Senin siang sekira pukul 11.30 Wib (15/5/2017) di Kota Sibolga.

Terkait pengaduan itu, salah satu orangtua korban pemukulan, Amudi Hutagalung mengatakan sekira pukul 22.00 Wib beberapa orang yang mengaku dari oknum TNI berseragam biasa memukuli 3 orang anaknya dan beberapa teman anaknya hingga salah satu diantaranya tidak sadarkan diri.

“Malam kemarin saya merasa terkejut menerima telepon sekira pukul 23.00 Wib bahwa anak saya Adrianto (16) tidak sadarkan diri setelah beberapa oknum TNI melakukan pemukulan. Sampai akhirnya Adrianto dilarikan temannya ke RS FL Tobing Kota Sibolga,”kata Amudi terhadap wartawan, salah satu yang mewakili dari orang tua korban di sekitar unit pelayanan pengaduan Polisi Militer Sibolga.

Tidak hanya pemukulan lanjutnya, kedua orangtua korban mengatakan bahwa anak mereka mengaku merasa takut dengan adanya berupa ancaman yang dilakukan oleh oknum TNI dengan menyodorkan senjata api jenis pistol dan bahan bakar di Pos Jaga Rumah Dinas Danrem 023/KS.

“Saya merasa tidak senang dikarenakan adanya ancaman terhadap anak saya yang mengaku dari oknum TNI. Bahkan anak saya sampai juga tidak sadarkan diri yang dilarikan temannya Erikson Turnip ke Rumah Sakit Sibolga”

“Kalau memang anak kami salah kenapa terjadi ada pemukulan yang membabi buta dari aparat?. Kami juga memohon agar pemerintah seadil-adilnya dapat menanganinya,” pinta Hutagalung yang juga merupakan salah satu tokoh adat ternama diwilayah Sibolga-Tapteng.

Dikatakannya, diantara tujuh (7) orang korban tersebut, tiga (3) orang anaknya jadi korban pemukulan oleh oknum aparat hingga akhirnya dilaporkan ke Polisi Militer Sibolga.

Adrianto Hutagalung (16) korban pemukulan oknum aparat TNI yang tidak sadarkan diri menceritakan, awal kejadian Sabtu kemarin 13 Mei 2017 sekira pukul 21.00 Wib salah seorang temannya yang biasa kumpul bersama di rumah Ardianto datang menghampiri dan mengaku dipalak beberapa orang pemuda yang tidak dikenal di sekitar Kelurahan Aek Parombunan.

“Malam minggu itu, kawan saya Wiliam Siregar (17), datang dan mengaku telah dipaksa hingga diperas oleh preman di Parombunan dengan mengeluarkan uang Rp 20.000,-. Tidak puas dengan uang senilai yang dimilikinya itu, akhirnya Wiliam dipukuli pemeras itu,”katanya terhadap wartawan.

Kemudian lanjutnya, dikarenakan teman dekat, secara bersama mereka pada malam itu juga mencari orang yang memalak Wiliam disekitar Parombunan. Namun setelah diketahui pemeras itu berada di Kelurahan Ketapang Kota Sibolga, sekitar Rumah Dinas Komandan Korem 023/KS terjadi perkelahian secara beramai-ramai.

Melihat itu beberapa sambung korban, orang yang mengaku aparat TNI yang tidak berseragam dinas TNI turut ingin membubarkakan, namun dikatakannya terjadi saling pukul memukul dilokasi tersebut.

“Sebelumnya, kami tidak tahu bahwa mereka itu adalah TNI dikarenakan hanya menggunakan seragam biasa. Akhirnya mereka mengakui bahwa mereka itu merupakan TNI, hingga kami dipukuli membabi-buta tanpa meminta keterangan yang terjadi terhadap kami,”terangnya.

Diantara korban yang mengadu ke unit pengaduan PM yakni Adrianto Hutagalung (korban pelajar yang pingsan dipukuli), Ridwan Hutagalung (korban ancaman), Pangihutan Hutagalung, Erikz Turnip (sesama korban melarikan Adrianto Hutagalung temannya yang tidak sadarkan diri ke RS FL Tobing Sibolga), Dandy Pandiangan, William Siregar (korban pemalakan OTK), dan Peri Panggabean.

Mereka yang mengaku terhadap media masih rata-rata status pelajar tingkat SLTP dan SLTA sederajat Provinsi Sumatra Utara.(tim/ss-sb)

Kata kunci terkait:
pengaduan polisi militer, aparat tni dipukuli labura, layanan aduan polisi militer, Polisi militer sibolga, pos pengaduan tentara sumut 2017, serka supeno polisi militer sibolga, tempat pengaduan polisi militer, tentara aek kanopan

Lihat Juga

Kabupaten Karo Terima Piagam Penghargaan HAM

Karo | suarasumut.com  –  Peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia tahun 2017, mengangkat tema “Kerja ...