Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Kabar Sumut ›› Asahan ›› Dinas Sosial Kabupaten Asahan Disinyalir Sarang Korupsi

Dinas Sosial Kabupaten Asahan Disinyalir Sarang Korupsi

Kisaran, suarasumut.com – Banyak anak terlantar, pengemis, gelandangan, PSK (Pekerja Sex Komersial) dan putus sekolah serta bertambahnya orang sakit jiwa merupakan permasalahan social yang tidak pernah teratasi di Kabupaten Asahan. Permasalahan tersebut tentunya merupakan tanggung jawab dari Dinas Sosial Kabupaten Asahan sesuai dengan anggaran yang dikelola Dinas Sosial setiap tahunnya. Namun realitanya permasalahan tersebut tidak tuntas dan disinyalir dana yang dianggarakan untuk melakukan penertiban/pembinaan anak terlantar, gelandangan , pengemis dan PSK diselewengkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Asahan.

“Kami menuding adanya dugaan terjadi tindak pidana korupsi kegiatan yang dilaksanakan di tahun 2013/2014 sebesar Rp 590.000.000,  seperti Sosialisasi dan dana Monitoring RTLH, pembinaan gelandangan dan PSK, operasional bantuan rehab RLTH, rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah dan pengadaan kaca mata baca untuk masyarakat miskin di Kabupaten Asahan,”ungkap Ketua Umum DPP GRMK Asahan, Eviyana Sirait saat lakukan aksi di depan Kantor Dinas Sosial, jalan Tusam Kisaran, Selasa (10/2).

“Seperti biaya penertiban/pembinaan anak terlantar, gelandangan, pengemis dan PSK sebesar Rp 26.931.000,-(LKPJ 2013) , Anggaran penanggulangan PMKS Rp 31.780.000 (LKPJ 2013) serta anggaran rapat koordinasi dan konsultasi dan konsultasi ke luar daerah Rp 97.476.000,-namun realiasinya tidak jelas. Dan timbul pertanyaan bagi kami, rapat koordinasi seperti apa yang dilakukan Dinas Sosial tersebut keluar daerah?, Apakah tujuan keluar daerah tersebut dengan menghabiskan anggaran daerah/negara itu untuk mencari inspirasi didalam menuntaskan dan mengatasi maraknya pengemis, PSK dan orang sakit jiwa di Kabupaten Asahan ini?,”hal ini dijelaskan Eviyana Sirait dalam orasinya.

“Nyatanya uang yang dihabiskan di dalam melakukan rapat kordinasi keluar daerah tersebut sedikit pun tidak membuktikan adanya pembuktian yang real di dalam mengatasi permasalahan sosial, hal ini dibuktikan hampir setiap hari kita temukan anak jalanan serta pengemis dan di malam harinya kita temukan PSK, tentu anggaran itu hanya sebatas administrasi sebagai bukti laporan pertanggungjawaban Bupati saja,”tambanya.

Pantauan awak media saat aksi, mereka meminta dengan tegas Kadis Sosial Asahan untuk bertanggung jawab dan memberikan penjelasan permasalahn tersebut dan memberikan foto copy RAB (Rincian Anggaran Biaya), dari kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013/2014, meminta kepala Dinas Sosial memberikan penjelasan dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan.

Para aksi demo juga mendesak Bupati Asahan mengevaluasi dan mencopot Kadis Sosial, dan apabila tidak mampu memenuhi tuntutan, mereka meminta Kejaksaan Negeri Kisaran segera melakukan penyelidikan pelanggaran dugaan korupsi terkait penggunaan keuangan negara di Dinas Sosial Asahan tahun 2013/2014, serta menangkapnya apabila terbukti bersalah.

Selang beberapa lama mereka menyuarakan aksinya untuk bertemu dengan Kadis Sosial, Kabid Bansos, Irwan Efendi keluar dan meminta perwakilan diajak masuk keruangan kantornya untuk berdialog, mereka  menyepakati diwakil empat orang.

Dalam pertemuan tersebut mereka mempertanyakan maraknya PSK melakukan transaksi di hotel-hotel di Asahan, namun Kabid Bansos membantahnya.

”Tidak ada pelacur gentayangan di hotel-hotel, mereka bukan pelacur tapi pasangan selingkuh, gimana mau menertibkan pasangan selingkuh, kecuali pelacur bisa kami bina”ujar Irwan

Irwan juga membantah tidak ada penyelewengan di dinas sosial ini semua anggaran tepat sasaran. Menurutnya, dinas sosial sudah bekerja kalau pun ada kejanggalan di lapangan selama ini.  Ini akan diperbaiki lagi kedepan, dan banyaknya orang sakit jiwa di Kisaran ini menurut Irwan itu adalah orang sakit jiwa kiriman dari daerah lain artinya ada yang mengkoordininir ke Asahan.

Tidak membuahkan hasil pertemuan, massa kembali melakukan aksi di depan Kantor Bupati namun Bupati dan Wakil Bupati serta Sekda dan Asisten sedang berada di luar kantor dan massa membubarkan diri dengan tertib.(vd/ss/as)

Kata kunci terkait:
permasalahan Kabupaten Asahan, sumut sarang koruptor, email dinas sosial pakpakbharat, dinsos kisaran, dinas sosial medan, dinas sosiak asahan, berita baru dari dinas sosial asahan, bansos asahan 2016, apakah ada dugaan korupsi di dinas sosial kota gunungsitoli, alamat kantor dinas sosial madina

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...