Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Dihina Dan Diancam Bunuh, Kasubag BIN Kejari Rantauprapat Dipolisikan

Dihina Dan Diancam Bunuh, Kasubag BIN Kejari Rantauprapat Dipolisikan

Rantauprapat, suarasumut.com – Tak terima dirinya dihina dan diancam bunuh, mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Hukum (GMPH), Paramadi Harahap (21) melaporkan Kepala Sub Bagian Pembinaan (Kasubag Bin) Kejaksaan Negeri Rantauprapat, Mas Juita SH ke Polres Labuhanbatu. Menurut Paramadi Harahap, prilaku oknum pegawai Kejaksaan Negeri Rantauprapat telah mencoreng institusinya.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com hingga Kamis (21/5), pengancaman penghinaan dan ancaman pembunuhan dilontarkan oleh Kasubag Sub BIN Kejaksaan Negeri Rantauprapat saat Paramadi Harahap bersama rekan seperjuangannya melakukan aksi demo pada tanggal 12 Mei 2015 lalu. Saat itu, Paramadi Harahap bersama rekan seperjuangannya tergabung dalam GMPH diundang audensi oleh Kasi Intel, AP Naibaho.

“Saat itu kami diundang masuk ke ruang kerja Kasi Intel (AP Naibaho,red), namun dihalangi oleh Kasubag BIN itu sehingga terjadi adu argument. Mungkin karena masih kesal, saya malah dihina dengan sebutan “anjing” dan diancam bunuh dihadapan aparat Polres Labuhanbatu yang mengkawa aksi demo.,” kata Paramadi Harahap.

Menurut Paramadi Harahap, laporan Polisi dilakukannya agar supremasi hukum di Negara Indonesia dapat ditegakan. Selain itu, laporan polisi dilakukan agar prilaku pegawai Kejaksaan Negeri Rantauprapat tidak arogan terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasi, terlebih tuntutan aksi mereka saat itu memperjuangkan keadilan bagi saudara mereka Monalisa yang dituntut Pasal 368 ayat (2) KUHP sementara pemerasan dengan kekerasan tidak terjadi.

“Saat itu kami melihat ada indikasi kriminalisasi hukum atas perkara Monalisa    dituntut melakukan pemerasan dengan kekerasan sementara barang sesuatu tidak ada diterima Monalisa dari korbannya. Kalau saudara kami itu bisa dihukum tanpa dasar barang bukti dan alat bukti yang cukup, kami berharap aparat hukum di Labuhanbatu juga dapat menghukum oknum Kasubag BIN Kejaksaan Negeri Rantauprapat berdasarkan bukti-bukti dan alat bukti yang kami miliki,” sebut Paramadi Harahap embari menyebutkan,”Hakum Berlaku Sama Bagi Setiap Orang Yang Berada Dalam Teretorial NKRI”.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Rantauprapat, AP Naibaho saat dikonfirmasi diruang kerjanya menunjukan sikap terkejut atas laporan polisi nomor LP/835/V/2015/SU/RES-LBH tertanggal 20 Mei 2015. Menurutnya, dia akan meminta penjelasan langsung Kasubag Bin, Mas Juita terkait laporan polisi yang dilakukan oleh Paramadi Harahap. “Kita tanya dulu kepada bersangkutan. Peristiwa itu kita tidak tahu. Karena saat kejadian itu saya sudah berada di dalam ruangan dan tidak mengetahuinya,” kata AP Naibaho.

Hingga berita ini dikirim ke meja redaksi, pihak Polres Labuhanbatu belum berhasil dikonfirmasi terkait LP/835/V/2015/SU/RES-LBH tertanggal 20 Mei 2015 yang menjadikan Mas Juita selaku terlapor. Sesuai surat tanda penerimaan laporan/pengaduan (STPLP) Nomor STPLP/745/V/2015/SU/RES-LBH tanggal 20 Mei 2015, ditandatangani Kepala Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Resor Labuhanbatu, Aiptu Dalyadi. (ls/ss/lb)

Kata kunci terkait:
kepala sub bagian pembinaan kejari labuhan batu 2017, penangkapan kasus sabu di labuhan batu

Lihat Juga

Cegah Mismatch Menahun, BPJS Kesehatan Diminta Koreksi Diri

Jakarta | suarasumut.com  –  Anggota Komisi IX Irma Suryani mengibaratkan defisit yang dialami Badan Penyelenggara ...