Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Diduga Kuat Ada Pengusaha Leidong Campur Ikan Teri Dengan Bahan Pemutih Pakaian

Diduga Kuat Ada Pengusaha Leidong Campur Ikan Teri Dengan Bahan Pemutih Pakaian

Kualuh Leidong, suarasumut.com – Sangat disayangkan, perbuatan yang dilakukan oleh oknum pengusaha ikan ini mencampurkan bahan pemutih pakaian kedalam rebusan ikan. Seharusnya pengusaha ini menjaga kwalitas selain untuk mendapatkan keuntungan. Semua pasti mengenal yang namanya ikan kecil yang berwarna putih dan memiliki rasa gurih yang disebut ikan teri nasi (pekbut).

Hal ini terjadi di Kelurahan Leidong, Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labuhanbatu Utara. Kebenaran itu dikutip adanya informasi yang diutarakan salah satu anggota tukang rebus yang bernitial MA (30), yang sehari–hari ikut bekerja dengan salah satu boat pukat yang tinggal di Kelurahan Tanjung Leidong Kecamatan Kualuh Leidong kepada suarasumut.com.

MA menjelaskan, bahan pemutih pakaian jenis bubuk biru yang sering disebut ( belau=red) dimasukan pada saat melakuakn perebusan ikan teri yang baru di tangkap. Saat ditanyakan takaran serbuk belau tesebut, MA menerangkan tidak melihat berapa banyak bahan itu dimasukan, tapi terlihat kalau bisa sebanyaknya karena menurut perintah toke lebih banyak semakin bagus.

“Yang diperintahkan toke saya, semakin banyak bahan pemutih (belau)yang dimasukkan kedalam rebusan ikan teri tadi hasil ikan terinya nanti semakin bagus,”terang MA menirukan apa yang diperintahkan tokenya.

Tambah MA, aktifitas merebus ikan teri nasi dengan mencampur pemutih kedalam rebusan sudah lama dilakukan. “Ini kami lakukan sudah hampir puluhan tahun, tapi tidak pernah ada yang menyoroti persoalan ini, padahal teri nasi dari Leidong ini sudah dikenal sampai keluar daerah,”jelasnya.

Terpisah, ketika suarasumut.com meminta tanggapan seorang Dokter yang bertugas di Kecamatan Kualuh Leidong, Dr.Alimsyah Siregar, Alimsayah menerangkan mengenai dampak ikan teri nasi yang sudah mengandung bahan Zat Kimia yang berbahaya seperti pemutih pakaian (blau) jika dikonsumsi manusia bisa mengakibatkan, kanker, dan kerusakan terhadap lambung. “Sebab didalam perut kita ini harus masuk makanan yang bersih tidak mengadung zat kimia yang berbahanya,”jelasnya

Dr.Alimsyah menambahkan, selain mengakibatkan kanker, dampaknya bisa merusak organ tubuh manusia menjadi lemah, dan kemungkinan pencernaan bisa terganggu apabila selalu mengkomsumsi ikan teri nasi yang sudah dicampur dengan Zat pemutih pakian (balau) tersebut.

Awak suarasumut.com coba mengkonfirmasi salah satu pengusaha yang bernama Apeng, suarasumut.com mempertanyakan pengusaha ini terkait kebenaran informasi sumber. Saat hal itu ditanyakan kepada Apeng, Apeng tidak menjawab dan langsung meninggalkan awak media dengan ketus sambil mengatakan saya tidak tahu.

Menyikapi hal tersebut, Ketua LSM PIPMI Kecamatan Kualuh Leidong, Hasan Basri, kepada kru suara sumut.com baru baru ini mengatakan, meminta kepada kepada Dinas Kesehatan Labura bekerja sama dengan Balai BPOM untuk turun ke Kualuh Leidong untuk melakukan rajia terhadap pengusaha nakal yang dengan sengaja mencampurkan zat pemutih pakain ke ikan teri nasi

Hasan menjelaskan, kegiatan ini sudah merupakan tindakan kriminal karena dengan sengaja pengusaha melakukan tindakan yang bisa membahayakan konsumen dengan mencampurkan zat kimia agar ikan teri terlihat bersih dan awet. ”Tak kalah penting, pihak penegak hukum juga perlu lakukan penindakan tehadap kegiatan usaha illegal ini,”jelas Hasan.(hs/ss/lu)

Kata kunci terkait:
bisnis suplai ikan teri laut, Hrg teri nasi d batubara, pemutih ikan teri

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...