Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Di Tapteng Harga Karet Dan Sawit Masih Tetap Anjlok

Di Tapteng Harga Karet Dan Sawit Masih Tetap Anjlok

Tapteng, suarasumut.com  –  Harga karet dan Sawit di Tapanuli Tengah menurun drastis, akibat dari itu, krisis perekonomian bagi pengelolah lahan perkebunan sangat begitu dirasakan rakyat. Seperti dikatakan warga Tapteng pemilik lahan kebun diberbagai kecamatan yakni  Maripin Silaban, Janpiter Hutagalung, dan Riko Simbolon baru-baru ini, Rabu(16/9).

Maripin Silaban warga Kecamatan Pinangsori mengatakan, dikelurahan Pinangbaru rata-rata mata pencaharian masyarakat Pinangsori 70% perkebunan berbanding 30% pertanian harga hasil para pengelolah lahan kebun masih dinyatakannya anjlok saat ini

“Di Pinangsori, harga penjualan karet untuk tengkulak dengan kwalitas  paling bagus saat ini mencapai Rp. 8.000,-/kg, paling rendah Rp.5.000,- /kg,”katanya Pandan (16/9).

Menurut Silaban, harga karet di Kabupaten Tapanuli Tengah hanya di sekitar Kecamatan Pinangsori yang paling tinggi di banding kecamatan lainnya.

Saat ini juga kata Silaban, harga sawit juga down,” setahu saya saat ini harga sawit paling tinggi Rp.5.000,-/kg. Itu hanya harga penjualan terhadap agen, belum lagi upah jasa dodos pengambil tandan buah sawit yang di upah Rp.300,-/kg. Harga tersebut tidak sebanding dengan hasil upah pada penjualan,” jelasnya.

Ditambahkan, berbeda halnya dengan pasaran kopi kakau dan buah pinang harga pasarnya tidak kalah saing,” tetap bertahan dengan harga Rp.26.000,-/kg, pinang kelas nomor satunya Rp.15.000,-/kg masih normal seperti biasanya,”jelas kakek enam belas cucu ini.

Hal serupa dikatakan Janpieter Hutagalung warga kecamatan Tapian Nauli dusun Aloban-Bair
menuturkan, ditengah anjloknya harga pasaran karet , masyarakat di Tapian Nauli sudah tidak mau peduli lagi terhadap pokok karet disetiap lahan,” harga karet masih tetap Rp 5.000,-/Kg, tidak begitu banyak menghasilkan getah akibat pokok karetnya yang sudah mulai tua,” katanya via telpon.

Mantan Kades ini berharap, agar instansi terkait di Pemkab Tapteng memberi penyuluhan bibit karet semaksimal mungkin demi mengurangi himpitan perekonomian rakyat. ”Masyarakat di pedusunan sudah mulai meninggalkan lahan pokok karetnya,” harap Janpiter.

Sedangkan ungkapan dari pemuda kecamatan Kolang dusun Unte Mungkur III Riko Simbolon  menambahkan, dari anjloknya harga itu, para pemuda yang kesehariannya mengolah pokok karet sudah banyak beralih profesi menjadi buruh kasar di pelabuhan Sibolga. ”Kalau tiba musim hujan malam hari, tentu para petani karet tidak menyadap pokok karetnya, lantas kami pemuda akan beralih ke buruh pelabuhan kapal. Disini harga tandan sawit Rp.400,-/kg ,” tulis Simbolon melalui pesan singkatnya. (ph/ss/tt)

Kata kunci terkait:
Harga sawit sibolga, dijual kebun kecamatan kolang tapanuli tengah sumut, harga karet terbaru di pinangsori, pt nauli sawit sibolga 2017

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...