Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Di SD N 085116 Kota Sibolga Marak Pungli

Di SD N 085116 Kota Sibolga Marak Pungli

Sibolga, suarasumut.com – Sejumlah orang tua siswa di SD N 085116 Sibolga yang berada di Desa Mela Kecamatan Tapian Nauli Kab.Tapanuli Tengah, mengeluhkan atas banyaknya pungutan yang dibebankan oleh pihak sekolah kepada para orang tua tersebut.

Pungutan yang dibebankan kepada mereka diantaranya,Uang perpisahan sebesar Rp.100rb, uang terimaksih saat penerimaan raport kenaikan kelas Rp.20rb, dan untuk mengurus SKHUS (Surat keterangan Hasil Ujian Sementara) sebesar Rp.25 rb, dan untuk menebus ijazah sebesar Rp. 50rb.

AP, salah seorang orang tusa siswa kepada wartawan menuturkan, Kami para Orang tua siswa sangat keberatan dengan pembebanan yang ditetapkan oleh pihak sekolah”, ucapnya mengawali perbincangan.

“ Sebelum Ujian Akhir bulan lalu, kami para orang tua dipungut biaya sebesar Rp.100.000, alasannya untuk biaya perpisahan para siswa dengan para guru, uang yang kami berikan itu katanya untuk membawa anak-anak kami jalan-jalan ke pantai Pandan, tepatnya dipinggiran Hotel Bumi Asih, namun anak kami pergi kesana hanya setengah jam saja, nasi bungkus untuk bekal mereka yang sempat dibawa kembali dibawa pulang, jalan-jalan dengan dalih perpisahan itu kami duga hanya alasan saja agar memperoleh uang dari kami para orang tua siswa, sebab mana mungkin uang itu habis untuk biaya jalan-jalan siswa sebanyak 60 orang selama setengah jam,”jelas AP.

“Saat anak saya hendak menerima Raport kenaikan kelas juga dibebankan uang terimakasih sebesar Rp.20.000, dan untuk kakaknya yang baru lulus, hendak mengambil SKHUS agar dapat melanjut ke SMP juga harus bayar RP.25.000, belum lagi nanti katanya saat pengambilan Ijazah harus bayar Rp.50.000”, tandasnya.

Kepala SD N 085116 sibolga, Maraidun Siregar,Spd, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, kepada wartawan mengatakan, uang sebesar Rp.50rb itu sudah merupakan kesepakatan bersama para orang tua dengan ketua komite, mereka sepakat uang itu untuk memfotocopy ijazah,” jawabnya.

Namun ketika ditanya alasan sekolah untuk membebankan orang tua maupun siswa saat pengambilan SKHUS dan raport maraidun malah berdalih dan balik bertanya, Siapa sebenarnya orang tua siswa yang membeberkan semua ini, saya mau tahu siapa orang nya,pak?,” tanya Maraidun.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Sibolga, Drs.Alpian Hutauruk,Mpd ketika dicoba dikomnfirmasi terkait maraknya pungutan liar di SD N 085116 itu, Alpian enggan mengangkat Hp nya.

Dan ketika dikonfirmasi lebih lanjut kepada Kabid Dikdas, Supriono, melalui seluler, dari seberang Supriono mengatakan,” Temui saja lah kepala sekolahnya, saya sudah bicara,”jawabnya. (fs/ss/sb)

Lihat Juga

MUI Dan Polisi Berperan Sebagai Pemersatu Bangsa

Padangsidimpuan | suarasumut.com – Peran serta ulama dan instansi kepolisian menjadi modal utama untuk menyatukan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.