Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Di Satnarkoba Polres Labuhanbatu Biaya Percepat Berkas Tersangka Berkisar 16 Juta?

Di Satnarkoba Polres Labuhanbatu Biaya Percepat Berkas Tersangka Berkisar 16 Juta?

Rantauprapat, suarasumut.com – GUNA untuk mempercepat berkas tersangaka Narkoba yang ingin dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Rantauprapat pihak keluaarga harus merogo kantong berkisar 16 juta rupiah agar berkas dipercepat pelimpahannya.

Seperti dari keterangan R (24) tersangka narkoba warga jalan Ahmad Ridho Kelurahan Rantau Utara, Labuhan batu, dia mengaku bahwa pihak keluarganya menyerahkan uang sebesar 16 juta guna mempercepat berkas penyidikannya.

“Awalnya mau 86 (tangkap lepas) cuma karena nggak cocok harga, ya berkasnya sajalah dicepatkan,”kata R belum lama ini di Ruang tahap 2 Kejaksaan Negeri Rantauprapat.

Dikatakannya, selain membayar 16 juta, Brigadir M salah seorang penyidik di Satres Narkoba juga meminta tambahan 3 juta agar ia dipercepat dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Rantauprapat. Jadi totalnya 19 juta lah orang tua ku membayar,”ucapnya.

Sebelumnya, R ditangkap anggota satres narkoba bersama kedua teman wanitanya, EN(16) dan AG (15) warga Kota Rantauprapat pada saat ngisap sabu di komplek kost-kosan Socer di jalan Tenis, Lingkungan Aek Siranda Kec Rantau Utara Labuhanbatu pada bulan desember lalu.

“Aku lupa tanggalnya penangkapannya, karena udah bayar percepatan 1 minggu selanjutnya aku dikirim ke lembaga, dan berkas ku selesai satu bulan setengah ,” katanya sembari mengaku kedua rekannya tidak dilakukan penahanan dikarenakan berusia dibawah umur

Sementara Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie saat dikomfirmasi wartawan mengaku akan menindak anggotanya jika melakukan hal yang disangkakan.

“Kalau dengar dari keterangan dari para tersangka pasti dia akan berkata jelek dan memburukan penyidikan dengan menyebut semua hal yang mungkin sampai dengan tidak mungkin, pada perinsipnya penyidik ingin berkas perkara selesai tapi dengan banyaknya hambatan penyidik sehingga perkara lama karena hambata internal ( banyaknya perkara sementara penyidk sedikit, saksi susah di mintai ket..) dan eksternal ( berkas bolak balik ke JPU karena belum lengkap, hasil Lab, dll), tapi kalau tdk benar bisa di proses sesuai aturan hukum,”jelas Kapolres Minggu (08/03).

Teguh, mengaku senang karena kinerjanya dikoreksi positif. “Saya senang karna itu koreksi positif buat saya dan institusi polri agar kedepan lebih baik,” tutupnya.(ao/ss/rp)

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...