Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Di Intimidasi, Di Zolimi, SBSI Tuntut Perusahaan Di Tapteng, Disnaker: Akan Panggil PT PAS
Jpeg

Di Intimidasi, Di Zolimi, SBSI Tuntut Perusahaan Di Tapteng, Disnaker: Akan Panggil PT PAS

Tapteng | suarasumut.com  –  Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Tapanuli Tengah (SBSI Tapteng) Longmarch ke kantor Bupati Tapteng. Puluhan buruh ini datang berjalan kaki bermandikan hujan mulai dari Kecamatan Sarudik Pondok Batu menuju Kantor Bupati di Kecamatan Pandan.

SBSI menuntut agar hak buruh yang selama ini ditindas oleh beberapa perusahaan yang ada di Pantai Barat Sumatra ini agar di bibahas secara bersama.

Didepan pagar Kantor Bupati, buruh-buruh meminta pertolongan ke Bupati, Bakhtiar Ahmad Sibarani. Buruh yang merasa di zolimi salah satu perusahaan PT PAS (perusahaan ikan kestorik) itu kiranya dapat memberikan solusi (jalan keluar menyelesaikan permasalahan) terhadap buruh.

“Kami selama ini merasa dizolimi, ditindas oleh beberapa pihak perusahaan yang ada di Tapteng. Kiranya Bupati bisa memberikan solusi, agar penindasan tidak ada dan hak buruh dipenuhi,” kata Doklas Sitorus, dalam orasinya, selaku kordinator SBSI Tapteng, Selasa (19/09) di kantor Bupati.

Diterangkan Doklas, hari Minggu para buruh disuruh bekerja, tetapi upah kerja buruh pada hari masuk kerja itu tidak diberikan haknya. Bila tidak masuk kerja di non jobkan.

“Kami di intimidasi, bahkan juga barang siapa buruhnya tergabung dalam organisasi SBSI ini, akan di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja),” ucapnya.

Ketua SBSI Tapteng Binsar Tambunan menambahkan, ada sebanyak 28 buruh di PHK dikarenakan tidak masuk kerja dihari Minggu.

“Yang mana pihak pemerintah, menjalankan amanah undang-undang itu sendiri, meminta keadilan sesuai dengan undang-undang yang ditentukan terhadap buruh dan masyarakat,” ujar ketua SBSI.

“Setelah kami tanya para buruh, ternyata banyak juga yang memilih bupati Tapteng,” sebut Binsar.

Lebih jauh diungkapkannya, buruh yang tertindas selama ini memang sudah disampaikan ke Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara, namun sampai saat ini belum ada kabar yang diharapkan.

Maka itu, sambung Ketua SBSI para buruh ingin langsung menyampaikan aspirasi itu langsung ke Bupati Tapteng Bakhtiar A Sibarani yang baru menjabat.

“Bupati semasa menjabat Ketua DPRD Tapteng, sudah tahu ini,” tegas Binsar.

Lebih jauh ditegaskan ketua SBSI sebelumya musyawarah telah dilakukan, kalau tidak ditanggapi Pemerintah daerah serta pihak PT PAS yang tergabung dalam 4 perusahaan itu akan melakukan aksi longmarch (jalan kaki) ke Gubernur Sumatera Utara.

“Ini kami sudah pasrah. Inilah kami masyarakat kecil, makanya kami berjalan kaki tanpa menggunakan kendaraan,” seru Binsar, dengan baju basah kuyup yang dikenakannya berjalan kaki diperkirakan sepanjang 6 KM.

Lima orang perwakilan dari SBSI disuruh masuk ke Kantor Bupati menuju ruangan Dinas Ketenagakerjaan.

Bupati, melalui Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Tapteng Aris Sutrisno menyampaikan, harapan Pemkab Tapteng bisa menjembatani membantu buruh untuk menagih hak buruh yang ditindas.

“Kalau ada karyawan yang merasa dirugikan bikin saja secara tertulis. Kita akan menjembatani ke perusahaannya. Siapa saja orangnya yang bermasalah ini,”terang Aris dalam ruang pertemuan itu.

Diterangkan kadis, disnaker akan memanggil pihak perusahaan bila memang dirugikan. Bila tidak ditanggapi perusahaan akan dilanjutkan ke tingkat dinas provinsi.

“Kita ini hanya netral, dan akan mempertemukan pihak perusahaan dengan karyawan jika memang dirugikan, kalau panggilan kita tidak dipenuhi akan kita lanjutkan ke Dinas Provinsi,” pungkas Aris.(ph/ss-tt)

Lihat Juga

Evaluasi Program, Pemkab Nias Gelar Rakorbang

Nias | suarasumut.com  —  Untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan serta tingkat serapan anggarantahun anggaran ...