Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Di Ajamu , Proyek Pemerintah Dikerjakan Ala Preman

Di Ajamu , Proyek Pemerintah Dikerjakan Ala Preman

Labuhanbatu, suarasumut.com – Pengerjaan proyek yang berbiaya Rp 6 Milyar lebih dalam pelaksanaannya disinyalir asal jadi dan kental dengan aroma KKN.

Pasalnya, dalam pengerjaannnya proyek yang dibiayai oleh APBD Tingkat I Provinsi yang menjadi gawenya Dinas Bina Marga Provsu T.A 2015 ini banyak ditemui kejanggalan. Proyek penimbunan jalan sepanjang 2 berlokasi di jalan lintas ajamu menuju sei rakyat ini menggunakan giotek ( lapisan terpal) tidak standart nasional (SNI), bahkan dalam pengerjaan penimbunannya pun sekaligus tanpa memikirkan para pengguna jalan yang lalu lalang .

Akibatnya, salah seorang warga yang mengendarai septor terpelosok di parit bekoan sedalam 5 meter karena badan jalan yang ada sepenuhnya dikerjakan tanpa menyisakan untuk pengguna jalan.

Sementara itu pihak PT.Kolega sebagai rekanan agak nya lebih mengejar target pekerjaan tanpa mementingkan kepentingan umum apalagi kualitas serta mutu pekerjaan.

Ironisnya , pihak Dinas terkait malah terkesan takut untuk memberikan arahan kepada rekanan lantaran menurut informasi yang didapat kalau pihak rekanan seorang preman ternama di kota Medan dan juga ketua disalah satu ormas ternama di ini.

“kalau itu bang kami tak berani mendekat, sebab yang punya proyek ini orangnya preman bang,nanti salah cakap awak di dor pula bang,ücap salah seorang staf lapangan Dinas tersebut.

Alhasil , bisa dikatakan kalau dalam pengerjaan nya proyek yang di biayai oleh rakyat ini dikerjakan asal jadi dan jelasnya tidak ada yang berani mempersoalkannya sekalipun Dinas terkait.

Menanggapi hal ini, Muslim Manik Ketua Aliansi Penyelamatan Indonesia (API) Kabupaten Labuhanbatu menyatakan keprihatinannya terhadap kesewenangan pihak rekanan tersebut, menurutnya kalau masyarakat tidak perlu takut mengahadapi hal seperti ini. “Kalau memang salah dalam pengerjaan proyek tersebut silakan laporkan ke penegak hukum,” silakan lapor ke penegak hukum, jangan hanya karena rekanan nya preman lantas takut, ini tidak benar, Negara kita , dan bukan , bukannya preman sudah tidak zamannya lagi,”cetus Muslim. (ta/ss/lb)

Lihat Juga

Troktoar Di Kota Gunungsitoli Dialih Fungsikan

Gunungsitoli | suarasumut.com  –  Bangunan milik pribadi yang mengalih fungsikan troktoar di Kota Gunungsitoli,Sumatera Utara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.