Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Kabar Sumut ›› Asahan ›› Dengan Alasan “Tak Jelas” Warga Hadang Tanki CPO, PT VSC Merugi Miliaran

Dengan Alasan “Tak Jelas” Warga Hadang Tanki CPO, PT VSC Merugi Miliaran

Asahan | suarasumut.com  – Kelompok warga jalan Afdeling III Kebun PTPN IV Puloraja Kelurahan Aekloba Pekan Kecamatan Aekkuasan Kabupaten Asahan dengan secara sengaja melakukan penghadangan terhadap Truck tanki pengangkut CPO milik perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Varem Sawit Cemerlang, Sabtu (7/7).

Penghadangan yang dilakukan kelompok warga ini, mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian yang tidak sedikit. Hal ini dijelaskan oleh Manager HRD Noy Lingga. Sesuai keterangannya kepada awak media suarasumut.com, bahwa kelompok warga yang melakukan penghadangan hanya untuk mencari cari alasan untuk bisa mendapatkan sesuatu yang “diinginkan” mereka.

Sesuai penjelasannya, persoalan bermula dari pemutusan hubungan kerja beberapa karyawan yang bekerja di perusahaan yang dipimpinnya. Padahal PHK yang mereka lakukan sudah sesuai dengan prosedur management yang berlaku diperusahaan mereka. Dengan adanya persoalan ini sehingga menimbukan polemik yang berkepanjangan sampai berimbas ke penghadangan 6 unit truck tanki CPO.

Masih keterangannya, penghadangan yang mereka lakukan hanyalah akal akalan Rosita yang beralamat di Lingkungan VI Kelurahan Aekloba Pekan Kecamatan Aekkuasan. Dimana tadinya Rosita merupakan Humas (penghubung PT VSC =eksternal) yang bertugas melaksanakan/memenuhi permintaan masyarakat sebagaimana yang tertuang dalam Surat Pernyataan Bersama tertanggal 08 November 2016.

Padahal dalam point pertama di surat pernyataan bahwa Rosita menjamin tidak ada lagi pemalangan jalan disepanjang lingkungan VI dan VII Kelurahan Aekloba Pekan Kecamatan Aekkuasan yang menuju PT Varem Sawit Cemerlang. Dalam point kedua Rosita juga diberi hak untuk proses permintaan tenaga kerja terkhusus bagi warga tanpa perantara dan tanpa ada pungutan biaya dengan pertimbangan kebutuhan tenaga kerja dengan syarat mengikuti prosedur proses penerimaan tenaga kerja yang berlaku di perusahaan melalui ujian seleksi dan hasil interview.

“Sekarang yang jadi pertanyaan, kenapa Rosita melanggar kesepakatan?, pada point tiga dijelaskan jika point 1 dan point 2 diingkari oleh warga dan tetap melakukan pemalangan (pemblokiran) maka Rosita bertanggungjawab dan bersedia kena sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku dan siap menerima resiko pembatalan surat keterangan No 001/SRT-VSC/07/2017,”terang Noy menirukan point surat pernyataan.

“Mirisnya, Rosita malah terkesan memprovokasi agar warga mengikuti aksinya untuk melakukan penghadangan truck CPO dengan alasan perusahaan tidak ada melakukan perawatan jalan, dan meminta ganti rugi kepada perusahaan karena rumah mereka rusak akibat getaran truck CPO yang melintas. Hal ini kita jelas sanggupi, tapi realitanya mereka malah menghalangi sewaktu perusahaan kita mau melakukan perawatan. Dan anehnya sewaktu kita menyanggupi untuk memperbaiki rumah yang katanya juga akibat truck kita melintas, malah uang kontan yang diminta. Ya kita enggak mau dong bang, yang kita mau kita yang memperbaiki langsung,”jelasnya kepada awak media.

Ditempat berbeda, keterangan Rosita melalui abangnya Julkifli yang nota bene merupakan seorang perwira disalah satu institusi bahwa tuntutan dan aksi pemalangan truck CPO yang mereka lakukan sudah benar dan tidak ada unsur pelanggaran hukum. “Dan bahkan pemblokiran jalan sudah dikordinasikan dengan pihak terkait,”katanya kepada Lawyer Mardi Sijabat SH PT VSC yang didengarkan oleh para awak media.

Berbeda dengan keterangan yang disampaikan Dansen Simarmata Pegiat anti korupsi, Dansen menjelaskan, menurut informasi yang didapat bahwa status jalan yang dilalui adalah milik pihak PTPN IV yang berstatus HGU, seharusnya yang keberatan itu pihak PTPN IV. “Menurut saya, pihak perusahaan PT VSC pasti sudah melakukan perjanjian kesepakatan dengan PTPN IV, mana mungkin PT VSC melintasi jalan PTPN IV tanpa ada perjanjian,”terangnya singkat.(rd/ss-as)

Kata kunci terkait:
pemblokiran jalan pt vsc di kel aek loba

Lihat Juga

Pengurus FKUB Kabupaten Nias Periode 2018 – 2023 Dibentuk

Nias | suarasumut.com  –  Pemerintah Kabupaten Nias membentuk pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) periode ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *