Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Demi Capai Cita-Cita Anak Sekolah Ini Nekat Arungi Sungai Buaya

Demi Capai Cita-Cita Anak Sekolah Ini Nekat Arungi Sungai Buaya

Sergai | suarasumut.com  –  Kurangnya perhatian pemerintah setempat, anak yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) ini terpaksa mengayuh rakit bambu menyeberangi sungai untuk sampai ke Sekolah. Begitu besar pengorbanan mereka demi untuk mencapai cita-cita yang diimpikan sehingga apa pun halangan dan rintangan harus dihadapi meski nyawa menjadi taruhannya. Inilah yang dialami ketujuh orang pelajar Sekolah Dasar (SD) asal Dusun Buntu Bulat, Desa Manggis, Kecamatan Serbajadi Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Pantauan Media dilokasi terlihat mereka harus bertarung dengan maut menyeberangi Sungai Buaya dengan menggunakan rakit bambu untuk sampai di Sekolah yang berada di Desa Bandar Kuala Kabupaten Deliserdang, Sabtu (23/70).

Para pelajar SD ini harus berangkat pagi-pagi dari rumah dengan menyeberangi sungai tersebut dengan menggunakan rakit bambu agar tiba di Desa Bandar Kuala dan kemudian mereka harus berjalan kaki lagi menuju sekolah.

Begitu juga setelah pulang sekolah mereka harus kembali menyeberangi sungai dengan rakit bambu hanya menggunakan sebilah bambu sebagai pengayuh tanpa bantuan atau pengawasan dari orang dewasa.

Dengan lebarnya Sungai Buaya tersebut tidak mengurangi rasa kebersamaan dan saling tolong menolong para pelajar sekolah dasar ini harus bergantian mendayuh rakit agar sampai ketujuan. Walaupun suatu saat bahaya dapat mengancam nyawa mereka namun canda dan ceria terpancar dari wajah mereka demi mencapai cita-citanya.

Salah seorang pelajar Dewi mengatakan, dirinya sejak masuk SD sudah menggunakan rakit untuk kesekolah. Sehingga rasa takut sudah tidak ada dalam dirinya. “Sudah biasa pak, gak ada rasa takut lagi,”ujarnya.

Dikatakan Dewi, mereka harus bergantian mendayung rakit bambu tersebut karena lokasi sungai yang cukup lebar meski rasa lelah dan lapar menghampiri mereka.“Terpaksalah pak, agar bisa sekolah,”bilang Dewi.

Sementara Kepala Dusun Buntu Bulat Desa Manggis Zulkifli Barus kepada wartawan mengatakan, sudah tahunan anak-anak dari Dusunnya apabila ke Sekolah harus menyeberang Sungai Buaya dengan menggunakan rakit. “Sudah tahunan kalau mereka ke Sekolah menyeberangi harus naik rakit,”ucapnya.

Kadus Zulkifli juga menambahkan, bahwa menyeberangi sungai merupakan jalan pintas untuk menuju ke Sekolah SD yang berada di Desa Bandar Kuala Deli Serdang. Sementara untuk naik kereta harus menempuh jalan perkebunan dengan jarak yang lumayan jauh. “Mereka mengambil jalan pintas jadi harus naik rakit, kalau jalan darat jaraknya cukup jauh,”ungkap Kadus. (az/ss/sb)

Kata kunci terkait:
aek anak pelajar, buaya di sungai Kuala Langkat, buaya di sungai langkat, Buaya nias

Lihat Juga

Meski Belum Tutup, Gudang CPO Di Labuhanbatu Kini Gunakan Gerbang Pagar, Diduga Untuk Kelabui Petugas

Labuhanbatu | suarasumut.com  –  Setelah diberitakan Seputar penampungan CPO yang beroprasi di Bulu Cina, Kecamatan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *