Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Demi Alat Absensi, Ratusan Juta Dana BOS Di Labura Menguap Percuma

Demi Alat Absensi, Ratusan Juta Dana BOS Di Labura Menguap Percuma

Aekkanopan | suarasumut.com  –  Penyalahgunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) lagi – lagi harus terjadi di wilayah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Kali ini modusnya masih tetap seperti yang sudah pernah terjadi sebelumnya, para kepala sekolah dipaksa untuk membayar peralatan maupun keperluan yang sebenarnya sangat tidak perlu untuk tingkatan sekolah.

Seperti yang sedang terjadi saat ini, seluruh kepala sekolah di Kecamatan Kualuh Selatan diwajibkan untuk membeli peralatan absensi elektronik dengan alasan guna menertibkan sistem pendataan tingkat kehadiran para guru dan tenaga pendidik lainnya.

Informasi diperoleh dari salah seorang Kepala sekolah yang takut untuk disebutkan identitasnya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Kualuh Selatan, Imti Hanuddin, mewajibkan mereka untuk membayar peralatan tersebut. Anehnya, paksaan menggunakan peralatan itu, sebenarnya tidak pernah menjadi program Dinas Pendidikan, baik di tingkat kecamatan Kualuh Selatan maupun Labura secara keseluruhan.

“Kami tidak pernah diundang dalam rapat apapun untuk membicarakan penggunaan alat ini, tapi tiba – tiba saja alat itu sudah diberikan dan kami diwajibkan untuk membayarnya. Mau bayar pakai apa kami buat, sedangkan dana BOS sudah habis untuk keperluan operasional sekolah lainnya,” katanya.

‎Dijelaskannya, untuk alat yang menurutnya harga pasarannya hanya sekitar Rp. 1.000.000, tersebut, mereka harus membayar dengan harga Rp. 4.000.000. Dan memang benar, saat suarasumut.com melakukan cek harga, setinggi – tingginya dengan merk dan tipe yang sama, harga alat tersebut memang hanya Rp. 1.000.000.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kualuh Selatan, Imti Hanudin, berkali-kali dicoba konfirmasi via telepon selulernya tak kunjung memberi jawaban. Disambangi ke kantornya, tak juga bisa ditemui.

Keterangan seorang stafnya, penggunaan alat absensi elektronik itu adalah bagian dari program Dinas Pendidikan Labura. “Setahu saya itu adalah program dari Dinas Pendidikan dan wajib untuk dilaksanakan di sekolah – sekolah” kata sumber yang juga tak mau disebutkan identitasnya ini.

Namun aneh, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Kualuh Hulu Irwan Harahap yang dikonfirmasi di tempat terpisah justru memberikan keterangan yang berbeda. Dikatakannya, untuk wilayah kerjanya, penggunaan alat ini sudah berlangsung sejak dua tahun lalu. “Itu memang bagian dari program Dinas Pendidikan, dan kita sudah laksanakan sejak dua tahun lalu”, ujarnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Kepala Dinas Pendidikan Labura, Suryaman, hingga berita ini ditulis belum memberikan jawaban atas sms konfirmasi yang dikirim suarasumut.com ke ponselnya.

Sekedar informasi, untuk Kecamatan Kualuh Selatan saja, dengan jumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mencapai 50 sekolah lebih, jika diestimasikan, maka kebocoran dana BOS untuk hal yang tidak tepat sasaran mencapai angka Rp. 200′ an juta lebih. Bila diestimasikan untuk se Kabupaten Labuhanbatu Utara, kemungkinan akan memunculkan penyalahgunaan dana BOS dengan nilai yang sangat fantastis.(rz/ss-lu)

Kata kunci terkait:
penggunaan bos di labura tertutup, Dana Bos pendidikan kabupaten labura sumut, kapan danabos tingkat SD kabupaten labuhan batu selatan kapan di bayarkan, Pemkab taput bayarkan thr pns 2017

Lihat Juga

Bupati : Pelantikan Dilaksanakan Untuk Memenuhi PP Nomor 18 Tahun 2016

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Administrasi dan Fungsional dilaksanakan untuk ...