Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Debt Collector PT Clipan Finance Acungkan Pistol Ke Nasabah

Debt Collector PT Clipan Finance Acungkan Pistol Ke Nasabah

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Karena menunggak cicilan kredit kendaraan selama 2 bulan, 3 pria mengaku Debt Collector PT Clipan Finance Indonesia merampas paksa satu unit truk BK 9988 YK, milik nasabah bernama Dwi Priyono (35), warga Desa Sisumut, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Parahnya, satu dari tiga Debt Collector brutal itu sempat mengancam korban dengan senjata berbentuk pistol agar mau menandatangani surat serah terima barang sitaan yang mereka siapkan.

Korban Dwi Priyono menceritakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (18/12) pagi, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, 3 orang pria mengaku sebagai Debt Collector PT Clipan Finance Indonesia datang ke rumahnya.

“Karena saya lagi enggak di rumah, kedatangan ketiga Debt Collector itupun disambut istriku,”jelasnya.

Ketiga tamu tak diundang itupun, kata Dwi, lantas bersikap kasar kepada istrinya.

“Jadi karena cicilan kredit saya menunggak dua bulan, ketiga Debt Collector itupun minta istri saya serahkan kunci truk yang kebetulan sedang parkir di rumah. Tapi, mereka mintanya sambil bentak-bentak dan ngancam-ngancam, gak sopan gitulah,” jelasnya.

Karena suaminya sedang tidak di rumah, istrinya pun, kata Dwi, menolak menyerahkan kunci truk yang diminta ketiga Debt Collector tersebut.

“Tapi kurang ajarnya, ketiga Debt Collector itu nekat tanpa izin masuk ke dalam rumahku, lalu mengambil kunci truk yang kebetulan terletak diatas meja,”ucapnya.

Merasa tak terima, istrinya pun, kata Dwi, sempat mencoba mengambil kembali kunci truk yang sudah berada di genggaman tangan salah seorang Debt Collector itu.

“Sempat tarik-tarikan, tapi karena kalah kuat, istri saya gagal mengambil kembali kunci truk itu,” ungkapnya.

Tak sabar dengan sikap Debt Collector itu, istrinya pun langsung menelpon Dwi yang langsung pulang ke rumahnya.

“Sampai di rumah, saya pun bertemu dengan Debt Collector itu. Sama saya, mereka bilang mau tarik truk itu karena sudah menunggak cicilan selama dua bulan. Kemudian saya bilang kalau saya akan bayar besok. Tapi mereka gak mau terima dan tetap ngotot mau tarik paksa mobil itu,” terangnya.

Bukan itu saja,Kata Dwi, ketiga Debt Collector itu juga memaksanya untuk menandatangani surat serah terima kendaraan yang telah mereka siapkan.

Awalnya, Dwi pun mengaku menolak menandatangani surat serah terima itu. Namun belakangan, satu dari tiga orang Debt Collector itu langsung mengancamnya dengan mengacungkan senjata berbentuk pistol.

“Katanya gini, kau mau teken apa gak sambil ngacungkan pistol. Karena dibawah tekanan, mau gak mau kuteken lah surat itu. Setelah itu mereka pun pergi membawa kabur truk saya itu,”ungkapnya.

Tak terima atas tindakan ketiga Debt Collector itu, Dwi pun pada Senin (21/12) siang, membuat laporan pengaduan ke Mapolres Labuhanbatu.

“Ya, hari ini resmi saya laporkan tentang tindak pidana perampasan truk dan pengancaman dengan senjata. Dan kita berharap polisi dapat dengan segera memproses kasus ini,”harapnya.

Terpisah, Kepala SPK B Polres Labuhanbatu, Aiptu Suheri yang dikonfirmasi mengaku pihaknya masih memproses laporan Dwi Priyono. “Ya, laporannya masih diproses,” ujarnya.

Sementara Manager PT Clipan Finance Indonesia Kantor Cabang Labuhanbatu Muhammad Ahzan menolak menemui wartawan yang ingin meminta keterangan terkait perampasan truk dan pengancaman yang dilakukan 3 orang Debt Collector tersebut.

“Bapak Manager tak mau ketemu, itu pesannya kepada saya,” ujar salah seorang petugas Security yang berjaga di kantor PT Clipan Finance Indonesia Kantor Cabang Labuhanbatu yang berlokasi di kawasan Jalan Aek Tapa Rantauprapat.(ab/ss/rp)

Kata kunci terkait:
daftar nama nasabah pt clipan finance indonesia cabang labuhan batu

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...