Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Danlanal Sibolga Sampaikan Amanat KASAL Di Makorem 023/KS
Foto : Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Sri Rakhmadi MTr (Hanla)
Foto : Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Sri Rakhmadi MTr (Hanla)

Danlanal Sibolga Sampaikan Amanat KASAL Di Makorem 023/KS

Sibolga | suarasumut.com –  , Letkol Laut (P) Sri Rakhmadi MTr (Hanla) membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi dalam upacara bendera 17 an dilapangan Markas Korem 023/Kawal Samudra, Senin (19/02/2018).

Dalam amanat itu dikatakan, dua hal penting terkait pembangunan kekuatan TNI AL dalam kebijakan Panglima TNI yang harus segera ditindaklanjuti adalah pembentukan Armada ke 3 dan Pasmar 3 di Sorong, Papua Barat.

“Hal ini tentunya rencana strategis TNI AL tahun 2015-2019 akan segera terwujud,” ucap Danlal membacakan amanat Kasal selaku inspektur dalam upacara tersebut.

Ia menyampaikan pokok-pokok kebijakan Kasal untuk dipedomani dalam melaksanakan tugas pembinaan kekuatan dan kemampuan serta kesiapan operasional TNI AL dalam periode tahun 2018.

“Segera ditindaklanjuti sampai tingkatan teknis. Selain itu, secara paralel proses perencanaan tahun 2019 juga sudah dimulai,” ucap Letkol Laut (P) Sri Rakhmadi.

“Kita tentu memahami bersama bahwa sumber daya negara khususnya aspek finansial masih terbatas, sehingga diperlukan strategi agar kendala tersebut berdampak besar kepada tugas pembinaan yang harus dilakukan oleh TNI angkatan laut,” sebut Danlanal.

Untuk mencapai tujuan tersebut lanjutnya, TNI AL akan melaksanakan beberapa prioritas seperti pembangunan pangkalan teluk rantai, mid-life moderzation (mlm) kapal multi role light frigate (mrlf) dan penyiapan KRI kelas sigma sampai dengan siap tempur serta pembangunan gunnery firing range.

“Semua kegiatan tersebut akan terlaksana jika didukung oleh semua pihak baik secara internal maupun eksternal,” ucapnya.

Lebih jauh disampaikannya, tantangan tugas TNI AL selalu kompleks dan dinamis. Karakter ancaman maritim selalu bersifat transnasional dan cenderung terorganisir seperti pembajakan, penangkapan ikan ilegal, penyeludupan narkoba dan lain sebagainya.

“Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan peningkatan efetivitas operasi, kesiapan alutsista dan profesinalisme prajurit matra laut. Untuk itu, pembinaan kekuatan dan kesiapan operasional TNI Angkatan Laut mutlak harus dilakukan,” terang Danlanal Sibolga.

Disamping itu, diungkapkannya, TNI AL juga harus terus bersinergi dengan instansi lainnya, agar capaian tugas menjadi lebih baik. “Hasil dari singergiats tersebut ungkapnya telah dibuktikan dengan keberhasilan unsur kita dalam menggagalkan penyeludupan narkoba seberat 1.032,58 kilogram oleh kapal MV Sunrise Glory beberapa waktu lalu,” terang Letkol Laut (P) Sri Rakhmadi MTr.

Lebih jauh dikatakan, pada tahun ini TNI AL akan melaksanakan dan mengikuti berbagai kegiatan latihan bersama dengan negara lain baik bilateral maupun multilateral sebagai bagian dari peran diplomasi TNI AL.

“Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi multilteral, naval, exercise komodo (mnek) ketiga tahun 2018 di Lombok Nusatenggara Barat, multilateral exercise the rim of the pacific (rimpac) 2018 di Hawai, dengan kegiatan Latma Eagle Indopura dengan Singapura,” jelasnya.

Ia menuturkan kegiatan lain yang berskala internasional antara lain perayaan Kadet Kertika Jala Krida diikuti dengan Sail Regatta 2018 di Vladivostok, Rusi dan International Fleet Review (IFR) 2018 di Korea Selatan.

“Kesemuanya harus kita persiapkan dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat berjalan dengan baik dan mencapai hasil yang optimal,” terangnya.

Selain itu katanya, TNI AL juga tetap berkomitmen untuk mendukung misi perdamaian dunia dibawah nadat PBB, seperti pengiriman 1 PKR dan 1 heli panter dalam satgas maritime task force unfil di Lebanon.

“Semua kegiatan tersebut memerlukan perencanaan dan sumber daya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, semua satuan dan personel yang terlibat harus dapat melaksanakan tugas-tugas tersebut dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Disamping itu lanjutnya, tahun ini pilkada serentak akan dilaksanakan di sebagian besar wilayah indonesia. TNI patut waspada terhadap hal-hal yang berpotensi memicu konflik horizontal terutama jika isu Sara dijadikan komoditas politik.

“Oleh karena itu, saya instruksikan agar seluruh personel TNI AL turut berperan aktif dalam menjaga netralitas TNI,” ucapnya.

Sebelum menghakhiri amanat itu, Danlanal juga menyampaikan beberapa penekanan untuk dipedomani dalam pelaksanaan tugas, sebagai berikut

Pertama, tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada tuhan yang maha esa, dalam rangka pengbdian kepda bangsa da negara serta jadikan sapta marga, sumpah prajurit, delapan wajib tni dan trisila tni angkatan laut sebagai landasan nilai-nilai keseharian baik di kedinasan maupun masyarakat.

Kedua, optimalksan kinerja organisasi atau kesatuan melalui pengingkatan profesionalisme prajurit, efektivitas kegiatan dan efisiensi anggaran.

Ketiga, terapkan manajemen resiko dalam setiap perencanaan dan tingkatkan purba [jaga pada pelaksanaan tugas untuk mewujudkan zero accident.

Keempat, jaga dan pelihara soliditas serta sinergitas tni, polri dan aparat pemerintah lain serta masyarakat luas dalam menjaga keamanan negara.

Kelima, hindari penggunaan atau terlibat dalam penyalahgunaan narkoba baik diri sendiri maupun keluarga dan laporkan kepada pihak yang berwenang jika menemukan tindak kejahatan.

Keenam, jaga nama baik tni dengan tidak melaksanakan tindak pidana pungutan liar di semua level satuan serta jaga netralitas tni disemua aspek kehidupan.

Dalam upaca penaikan bendera kebangsaan itu juga diikuti para perwira serta prajurit TNI AD, dan TNI AU.(penrem023,ph/ss-sb)

Lihat Juga

Troktoar Di Kota Gunungsitoli Dialih Fungsikan

Gunungsitoli | suarasumut.com  –  Bangunan milik pribadi yang mengalih fungsikan troktoar di Kota Gunungsitoli,Sumatera Utara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.