Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› DAK TA 2016 Dipotong, Proyek Fisik Tergendala

DAK TA 2016 Dipotong, Proyek Fisik Tergendala

Labuhanbatu | suarasumut.com  –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu terkena pemotongan Dana alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2016. Sebesar 10 persen. Alhasil, pelaksanaan program fisik mengalami keterkendalaan.

“Ya, kita terkena pemotongan DAK 10 persen,” ujar Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap, SE, MSi, Jumat (3/6) di Rantauprapat.

Alhasil, pihaknya mesti melakukan perombakan rencana anggaran dan biaya (RAB). “Kita harus susun ulang,” bebernya.

Padahal, pihaknya telah melaksanakan pelelangan sejumlah proyek yang bersumber anggaran dari DAK TA 2016. Alhasil, dibatalkan. Dan Kegiatan proyek yang bersumber dari DAK akan diseleksi. Yang masuk skala prioritas. “Mesti dipending. Karena ada sejumlah proyek yang mesti dipangkas,”tambahnya.

Dia membantah isu jika penundaan pekerjaan proyek bersumber dari DAK TA 2016 di Labuhanbatu, karena indikasi ketidakharmonisan antara Bupati dan Wakil Bupati. “Tidak benar itu. Kan, karena pemotongan DAK itu,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Labuhanbatu Hobol Rangkuti juga membenarkan terjadinya pemotongan dana DAK tersebut.

Pemotongan DAK dilakukan sesuai Surat Edaran Kementerian Keuangan RI Nomor : SE-10/MK.07/2016 tentang Pengurangan/Pemotongan DAK Fisik secara Mandiri Tahun Anggaran 2016.

Sesuai informasi yang ada, hal itu sehubungan dengan adanya perubahan dari beberapa asumsi makro dan target Penerimaan Negara sebagai dampak dari kondisi ekonorni domestik dan global. Alhasil, dilakukan perubahan terhadap Anggaran Pandapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2016 (APBN TA. 2016).

Rancangan Perubahan APBN TA 2016 tersebut akan mencakup penurunan target Penerimaan Negara dan pengurangan Belanja Negara, baik Belanja Pamerintah Pusat (khususnya Belanja Kementerian/Lembaga), maupun Transfer ke Daerah dan Dana Desa. Rancangan Perubahan APBN TA 2016 tersebut akan diajukan Pameriritah kepada DPR Rl untuk dibahas pada bulan Mei Tahun 2016.

Rencana penurunan Transfer ke Daerah dan Dana Desa akan dibebankan pada pengurangan/pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, untuk itu kami mengharapkan Saudara untuk mengurangi/memotong secara mandiri (self blocking) sebesar minimal 10% (sepuluh persen) dari total pagu alokasi DAK Fisik Tahun Anggaran 2016.

Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Labuhanbatu sendiri telah melakukan penundaan sebanyak tiga kali pengumuman pemenang lelang 22 paket proyek Dana Alokasi Khusus tahun 2016.

Padahal, sesuai jadwal yang ditentukan seharusnya pengumuman pemenang lelang proyek tersebut sudah diumumkan tanggal 14 April lalu, namun sampai sekarang pemenang lelang proyek DAK 2016 tersebut belum diumumkan.

Isu yang sengaja dihembuskan pihak tertentu bahwa hal itu dilakukan untuk memangkan oknum rekanan yang sudah disetting sebagai pengantin yang menjadi pemenang tender.

Akibatnya sejumlah rekanan keberatan, karena saat penundaan pengumuman lelang itu malah sempat diperpanjang penerimaan penawaran untuk 22 paket proyek yang sudah dilelang sebelumnya.

Bahkan dihembuskan wacana jika, ULP telah melanggar Perpres No 4 Tahun 2015. Dalam proses tender, training fokus dalam penawaran selisih hargalah menjadi acuan, jadi penawar terendah wajib dimenangkan apabila dapat memenuhi kualifikasi.(ab/ss/rp)

Kata kunci terkait:
lpse serdang bedagai ta 2017, pekerjaan proyek dari dana apbn di kabupaten tapanuli tengah tahun 2016, lpse kementerian sosial jambi, LPSE Tapteng, lpsekab taput

Lihat Juga

Fakultas Teknik UMSU Lakukan Rekrutmen Staff

Medan | suarasumut.com  –  Fakultas Teknik UMSU menjalin kerjasama dengan Incasi Raya Group dan Gunas ...