Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Cegah DBD, Denkesyah 01.04.02 Sibolga Laksanakan Fogging
Ket gambar : Prajurit Korem 023/KS Laksanakan Fogging Disekitaran Asrama Militer Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Senin (13/11/2017)
Ket gambar : Prajurit Korem 023/KS Laksanakan Fogging Disekitaran Asrama Militer Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Senin (13/11/2017)

Cegah DBD, Denkesyah 01.04.02 Sibolga Laksanakan Fogging

Sibolga | suarasumut.com  –  Tiga (3) prajurit TNI AD yang tinggal di Asrama Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, dikabarkan terserang penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue). Ada juga yang terserang penyakit seperti flu, serta diare.

“Di musim hujan pada akhir tahun ini biasanya akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk Aedes Aegypti, yaitu nyamuk penular penyakit demam berdarah,” kata Dandenkesyah 01.04.02 Sibolga Letkol CKM Aston Rumahorbo.

Saat musim hujan, banyak sampah misalnya, kaleng bekas, ban bekas serta tempat-tempat tertentu terisi air sehingga terjadi genangan untuk beberapa waktu.

“Genangan air itulah akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut. Dengan meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, maka risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat,” terang Dandenkesyah.

Mengantisipasi hal itu, Dandenkesyah 01.04.02 Sibolga bersama anggotanya melakukan pengasapan/fogging disekitar asmara Aek Habil terutama diparit parit rumah prajurit, Senin (13/11/2017).

“Hal ini dilakukan untuk pencegahan demam berdarah disekitar Asrama, pencegahan pengobatan penyakit Demam Berdarah.Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti,” ungkap Aston.

Dijelaskan Dandenkesyah 01.04.02 Sibolga, penyakit demam berdarah ini menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan.

Masih kata Letkol CKM Aston Rumahorbo, Fogging yang dilakukan upaya pemberantasan induk nyamuk, (inang), sementara untuk pencegahan terhadap kasus DBD adalah dengan melaksanakan 3 M (Menguras, Menutup, Mengubur).

Dandenkesyah menganjurkan agar mewaspadai gigitan nyamuk pada waktu pagi hingga sore hari.

“Jangan tidur pada waktu tersebut, bila terpaksa pakailah kelambu,” pinta Dandenkesyah. (penrem023/KS/ph-sb)

 

Lihat Juga

Potensi Pasar Kentang Goreng Indonesia, Belgia Lirik Indonesia Sebagai Pasar Ekspor Utama Di Asia Tenggara

Jakarta | suarasumut.com – Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun ...