Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Bupati Soekirman : SRI Upaya Peningkatan Produksi Dan Swasembada Beras

Bupati Soekirman : SRI Upaya Peningkatan Produksi Dan Swasembada Beras

Sergai, suarasumut.com – Sebagai salah satu daerah yang merupakan lumbung beras di Sumatera Utara (Sumut) Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) terus berupaya mempertahankan icon tersebut.

Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan meningkatkan swasembada beras melalui peningkatan intensitas pertanaman padi dengan menerapkan sistem pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi. Hal ini bertujuan agar produktivitas padi sawah dengan pola System of Rice Intensification (SRI) semakin meningkat.

SRI merupakan salah satu upaya daya tanaman padi yang memperhatikan semua komponen yang ada di ekosistem (tanah, tanaman, mikro organisme, udara, sinar matahari dan air) sehingga akan memberikan produktivitas yang optimal.

Demikian dikemukakan Kabag Humas Dra. Indah Dwi Kumala pada Sabtu (8/11) saat menyampaikan pernyataan Bupati Sergai Ir. H. Soekirman yang juga sekaligus Ketua Dewan Pengurus Wilayah Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (DWP Perhiptani Sumut) saat didaulat sebagai narasumber pada Rapat Kordinasi (Rakor) dan Seminar Pimpinan Wilayah Perhiptani Sumut.

Dijelaskan oleh H. Soekirman dalam materi yang berjudul Perkembangan Pertanaman Pola SRI di Kabupaten Sergai bahwa pertanaman pola SRI telah dilakukan sejak tahun 2009 oleh Kelompok Tani Tunas Harapan Desa Sei Buluh Kecamatan Teluk Mengkudu dengan luas 20 Ha. Dan hingga tahun 2014 sudah berkembang menjadi seluas 2.310 Ha dengan produksi sebanyak 18.579,95 ton, ujar Kabag Humas Indah.

Didalam perkembangannya tentunya banyak permasalahan dan tantangan yang dihadapi, seperti petani masih sulit menanam dengan pola SRI karena takut terserang keong mas dan gulma, petani enggan menggunakan pupuk organik. Disamping itu untuk daerah irigasi non teknis mengalami kesulitan dalam mengatur air dengan pola yang diterapkan seperti ini dan biaya produksi lebih tinggi.

Untuk itu Ketua DWP Perhiptani Sumut Soekirman berharap melalui Perhiptani dapat memberikan solusi kepada para petani dengan cara meningkatkan pembinaan dan pelatihan tanam pola SRI, penggunaan pupuk kompos dan bahan organik, pengendalian hama dan penyakit tanaman. Kemudian meningkatkan pembangunan irigasi dan sosialisasi penerapan pola SRI, pungkas Indah Dwi Kumala.

Rakor yang berlangsung di Istanbul Room Madani Hotel selama dua hari sejak tanggal 7-8 Nopember 2014 dihadiri seluruh pengurus DWP Perhiptani Sumut dan DPD Kabupaten/Kota, perwakilan Badan Koordinasi Penyuluh (Bakorluh) Provsu, Kadis Pertanian dan Peternakan Sergai Ir. Safaruddin serta Dewan Pakar Kepala Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Medan Dr. Ir. Widi Hadjono MSc dan Dosen Fakultas Pertanian USU Ir. Yusak Mariyunianta MS.

Disela-sela acara dilakukan penandatanganan MoU tentang Peningkatan Program Pembangunan Pertanian bidang Penyuluhan di Provsu.(pu/ss/sbg)

Lihat Juga

Pemkab Nias Bantu Lanjut Usia Terlantar

Nias | suarasumut.com  —  Pemerintah Kabupaten Nias memberikan bantuan kepada 100 orang Lanjut Usia terlantar ...