Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Bupati Sergai Buka Sosialisasi Monev Untuk Ciptakan Clean Government

Bupati Sergai Buka Sosialisasi Monev Untuk Ciptakan Clean Government

Sergai | suarasumut.com  –  Terintegrasinya korupsi antara penindakan dan pencegahan, ditandai dengan rekomendasi dan rencana aksi yang diberikan KPK kepada daerah termasuk Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).KPK akan terus mendorong untuk menjalankan rekomendasi dan memantau keberlangsungan rencana aksi tersebut.

Hal ini dikemukakan Bupati Sergai Ir. H. Soekirman dalam sambutannya saat membuka acara Sosialisasi Monitoring dan Evaluasi (Monev),Rencana Aksi Pencegahan Korupsi Terintegrasi dan Pengendalian Gratifikasi di aula Sultan Serdang kompleks Kantor Bupati di Sei Rampah.

Kegiatan sosialisai tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sergai H. Syahlan Siregar ST, Kajari Erwin Panjaitan SH, Wakapolres Kompol Irma Ginting, Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi KPK RI Marulitua Manurung dan Azril, Anggota DPRD, Sekdakab Drs. Hadi Winarno MM, Asisten dan Staf Ahli Bupati, para Kepala SKPD dan Camat se-Sergai, Perbankan, MUI, FKUB, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda, perwakilan Forum Organisasi Masyarakat Sipil serta Reformasi Birokrasi serta insan pers.

Lebih lanjut disampaikan Bupati Sergai, dari berbagai rekomendasi,KPK fokus pada tiga hal yakni penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa serta pelayanan terpadu satu pintu. Dalam hal perencanaan dan pengelolaan APBD, rencana aksi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai dengan implementasi aplikasi e-planning, e-budgeting, e-project planning, e-procurement, e-delivery, e-controlling, e-payment dan e-performance.

“Sosialisasi Monev ini selain merupakan pencegahan dini (early warning) dan upaya dalam mendorong pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi (clean government). Dengan adanya korsup pencegahan korupsi terintegrasi seyogianya pelaksanaan pemerintahan di Serdangbedagai dapat berjalan sesuai peraturan perundang-undangan sehingga fungsi pemerintah dalam melayani masyarakat berjalan lebih optimal,”ujar Bupati Soekirman.

Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi KPK RI Marulitua Manurung dalam sambutannya mengatakan, bahwa dalam mencegah korupsi terintegrasi dan pengendalian gratifikasi ada tiga hal yang harus dilakukan yakni Kepala Daerah dalam hal ini Bupati harus mempunyai komitmen yang kuat baik secara formal maupun substansial, jajaran Pemkab Sergai harus ikut mendukung komitmen tersebut dengan melakukan perubahan serta adanya dukungan dari seluruh stakeholders dengan gerakan yang bersinergi yang dilakukan secara nyata.(az/ss-sb)

Lihat Juga

Pembentukan Karakter Dan Pengenalan Budaya, Unimed Latih Anak Usia Dini

Medan | suarasumut.com  –  Pendidikan karakter dan pengenalan budaya merupakan hal yang mutlak yang diberikan ...