Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Bupati Diminta Copot Kasek SDN 118159 Bilah Hilir Karena Selalu Berbicara “Kotor”

Bupati Diminta Copot Kasek SDN 118159 Bilah Hilir Karena Selalu Berbicara “Kotor”

Negerilama | suarasumut.com  –  Kepala Sekolah Dasar Negeri Nomor 118159, RH, di Dusun Tualang Seberang Desa Sei Tarolat disetiap mengeluarkan ‘titah’ atau perintah lisan, maupun via handphone kepada kebanyakan anggotanya sering diikuti kata makian atau kata-kata kasar dan kotor atau yang tidak senonoh di Kecamatan Bila Hilir Kabupaten Labuhanbatu.

Kata-kata yang tidak senonoh (tidak pantas) diungkapkan seorang pimpinan tertinggi dilembaga milik pemerintah itu apalagi tenaga pendidik yang patut diteladani, bukan hanya kepada anggotanya tetapi juga kepada muridnya, mendapat tanggapan yang berbeda dari anggotanya.

Salah satu anggotanya mengatakan “ biarkan saja disitu, anggap saja angin lalu atau radio rusak-rusak, biar bertambah dosanya, karena rahasia Ilahi sudah dekat,” ungkap seorang guru yang tidak bersedia jati dirinya disebutkan.

Hal senada juga diungkapkan guru lainnya. “Awak masih butuh pekerjaan, ditahankanlah,” ujarnya pasrah serta menolak disebutkan juga jatidirinya.

Namun salah seorang guru laki-laki merasa tidak terima atas perlakuan pimpinannya terhadap kholeganya itu dan berontak, hal itu disikapinya dengan melaporkan peristiwa tersebut ke UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Bilah Hilir. “Aku nggak terima perilaku itu, sudah ku lapor ke KUPT, sudah sama-sama tua, kog gitu?, klo hal ini sampai kemana pun akan ku pertanggungjawabkan!, bentar laginya aku pensiun tapi yang benar tetap benar, itu prinsip,” ujar guru sekolah tersebut ketika berbincang dengan wartawan minggu kemarin.

Hasil investigasi beberapa wartawan dilapangan mendapatkan informasi dimana kata-kata tidak senonoh itu juga diucapkan kepala sekolah tersebut ketika berkomunikasi dengan murid setempat.

Beberapa waktu lalu wartawan langsung turun konfirmasi dengan kasek yang bersangkutan sekaligus mempertanyakan akan kebenaran informasi yang didapat dirinya berkilah. “Nggak betul itu pak, mana mungkin itu,” ungkap Risma Hutabarat.

Lebih anehnya lagi, ketika RH memimpin rapat pertama sebagai kepala sekolah dengan peserta dewan guru dan wali murid terjadi hal mengejutkan dimana suami RH berinisial HS duduk dibarisan meja pimpinan rapat serta berbicara hendak membuka rapat.

Namun lanjut sumber yang layak dipercaya, HS yang juga kepala Sekolah SD Negeri 118435 di Perkebunan PT.Daya Labuhan Indah (DLI) Kecamatan Bilah Hilir itu hendak membuka rapat, tak diduga salah seorang wali murid interupsi. “Kepala Sekolah disini Perempuan, Kami tidak mengenal Saudara yang Laki-laki dalam struktur sekolah ini, silakan keluar, yang bersangkutan pun keluar dari rapat komite,” ujar narasumber mengulangi interupsi wali murid.

Ketika dikonfirmasi terkait hal diatas kepada wartawan via sms Kepala Sekolah SDN Nomor 118159 Tualang Seberang, Risma Hutabarat menjawab SMS dengan tulisan : kalau bapak tidak merasa perlu konfirmasi ya silahkan saja.

Lalu wartawan kembali menuliskan SMS berikutnya, tolong ibu Kasek pahami dan baca sekali lagi SMS saya, trims. Jawaban SMS Kepala Sekolah tersebut tertulis, yang jelas kalau mau konfirmasi bukan melalui SMS, ini jawaban dari suaminya jadi bukan tak memahami SMS bapak.

Hasil investigasi langsung beberapa wartawan mendatangi sekolah dimaksud tampak halaman ditumbuhi ilalang terkesan pekarangan sekolah kurang terpelihara, kebersihan dan keindahan minim sehingga terkesan pula gersang. Beberapa guru dan siswa mengatakan hal senada dimana kata-kata kotor itu menjadi hal yang biasa didengar mereka. “Kalau kata-kata kotor itu pak sarapan pagi disini, dia juga jarangnya masuk alasannya rapat, karena tidak bisa naik sepeda motor jadi harus dibonceng anaknya yang jadi tata usaha baru disini, inilah contoh kepala sekolah yang dipaksakan, ilmu tidak ada tapi ngotot jadi pemimpin karena nepotisme, memalukan,” ungkap sumber.

Salah seorang staff UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Bilah Hilir yang tidak bersedia jatidirinya disebutkan membenarkan dimana salah seorang guru hendak melaporkan peristiwa tersebut diatas kepada kepala UPT, namun kala itu tidak sedang berada ditempat namun sedang rapat di kantor Pendidikan Rantauprapat. “Guru itu cerita di kantor ini tentang Kaseknya, banyak yang dengar, besoknya disampaikan kepada KUPT,” ujar staf itu mengakhiri. ta/ss/lb

Lihat Juga

OPD Pemkab Labuhanbatu Laksanakan Bhakti Sosial Ke Panti Asuhan

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Dalam rangka memperingati Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang ke-72 Tahun ...