Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Buntut Penahan Mau Habis, JPU Dimarahi Hakim Diruang Sidang

Buntut Penahan Mau Habis, JPU Dimarahi Hakim Diruang Sidang

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Diduga Karena menunggu “sesuatu” dari keluarga terdakwa sehingga Rentut (Tuntutan) belum dibacakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ernawati Barus di marahi Hakim Pengadilan Negeri Rantauprapat di ruangan sidang III, Rabu (2/9).

Dihadapan para terdakwa yang sedang menunggu antri sidang, JPU Ernawati hanya tertunduk malu ketika Hakim Jhonson sirait mengancam akan mengalihkan penahanan terdakwa M.Ilham Dalimunthe alias Ilam.

” Kenapa belum siap rentut terdakwa M.Ilham Dalimunthe. Sejak tanggal 18 agustus 2015 sampai saat ini belum juga siap tuntutannya.Padahal, tanggal 7 september 2015 ini masa penahannya akan habis. Uda lah, besok bawa keluarga terdakwa biar kami buat penetapan pengalihan penahanannya,” ancam Jhonson kepada JPU.

Anehnya,usai dimarahi dua jam kemudian JPU Ernawati langsung memohon kepada majelis hakim agar sidang terdakwa M.Ilham Dalimunthe digelar. Didalam sidang itu, JPU Ernawati membacakan tuntutan terhadap terdakwa.

” Menuntut supaya Majelis hakim PN.Rantauprapat agar terdakwa Muhammad Ilham Dalimunthe menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara 2 tahun dan 6 bulan penjara.” Ucap JPU Ernawati dihadapan Majelis hakim yang diketuai oleh M.Jazuri, Jhonson sirait dan Mince.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, terdakwa tidak mengajukan pembelaan. Setelah itu, Majelis hakim langsung membacakan Vonis terhadap terdakwa dengan Vonis 1 tahun dan 6 bulan penjara. Setelah mendengarkan vonis dari majelis hakim, terdakwa menerima vonis tersebut sedangkan JPU hanya terdiam.

” Saya terima vonisnya pak hakim,” kata terdakwa sambil mendengarkan hakim menutup persidangan.

Untuk diketahui, terdakwa Muhammad Ilham Lubis melakukan aksi pencurian pada 8 april 2015 sekira pukul 03.20 wib dirumah kontrakan korban Maria Ulfa siregar yang terletak di jalan Perisai perumahan Sipirok kelurahan Bakaran Batu. Saat itu, terdakwa berhasil mengambil barang-barang milik korban yang sedang tertidur berupa satu buah tas sandang hitam berisikan uang Rp.3 juta dan 2 unit HP dengan total kerugian Rp.6 Juta dari jendela rumah korban.

Berhasil mengambil barang-barang korban, terdakwa pun langsung melarikan diri. Namun naas, ke esokan harinya terdakwa ditangkap petugas kepolisian atas dasar laporan dari korban.(ab/ss/rp)

Kata kunci terkait:
dr maria ulfa rantau prapat, dr maria ulfa rantauprapat

Lihat Juga

Fakultas Teknik UMSU Lakukan Rekrutmen Staff

Medan | suarasumut.com  –  Fakultas Teknik UMSU menjalin kerjasama dengan Incasi Raya Group dan Gunas ...