Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Bukan Fakta Persidangan, Tiga Oknum Hakim PN Rantauprapat Vonis Terdakwa Hanya Faktor Kasihan

Bukan Fakta Persidangan, Tiga Oknum Hakim PN Rantauprapat Vonis Terdakwa Hanya Faktor Kasihan

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Merunut tiga oknum Hakim Pengadilan Negeri Rantauprapat,yaitu Jhonson Sirait SH, M Jazuri SH dan Mince Ginting SH,yang memponis terdakwa Kurnan Matondang alias Kurnan dan Makmur yang dihukum 5 bulan 4 hari dan Nursiyah yang cuma divonis 3 bulan 15 hari, Senin (31/8), ternyata Majelis Hakim hanya sebatas paktor kasihan terhadap ketiga terdakwa tersebut.

Padahal menurut praktisi hukum Labuhanbatu Jekson Oktaryo Nababan,SH saat diminta tanggapannya seputar hal tersebut mengatakan, Hakim harus memperoleh adanya fakta persidangan dan alat bukti.

“Kalau sepegetahuan saya sebagai lawyer, memvonis terdakwa itu harus fakta persidangan dan alat bukti dipersidagan. Tidak ada yang namanya faktor kasihan,”kata Jekson pada suarasumut.com, Kamis (3/8) di PN Rantauprapat.

Menurutnya, atas kelakuan yang ditimbulkan ketiga terdakwa dengan memeras sopir truck yang berisi naskah Ujian Nasional (UN) itu seharusnya majelis hakim lebih kasihan atas terlambatnya naskah ujian karena adanya waktu keterlambatan atas adanya pemerasan hingga naskah tersebut menjadi terlambat.

“Seharusnya majelis hakim lebih kasihan terhadap naskah ujian yang datang terlambat dikarenakan adanya pemerasan.Ini kok malah kasihan dengan pemerasnya?,”bilang Jekson.

Sementara Humas PN Rantauprapat R.Aji Suryo,SH,MH dikonfirmasi atas putusan dan adanya isu suap terhadap tiga oknum hakim tersebut mengatakan akan memanggil 3 oknum tersebut.

“Yang pasti menyoal itu akan saya pertanyakan dulu pada ketiga hakim tersebut. Setelah itu saya akan lakukan rapat interen,”ujar Aji.

Sebelumnya, Jhonson Sirait membantah menerima suap dari pihak terdakwa. “Nggak ada itu kami menerima apa-apa dari situ. Itu kerugiannya kan 50 ribu sajanya,”bantah Jhonson Sirait.

Jhonson mengatakan, dia dan anggota majelis hakim hanya kasihan kepada ketiga terdakwa, sebab kerugian korban pun cuma 50.000. “Kasihan sajanya ini sama terdakwa. Nggak ada kami terima apa-apa,”kata Jhonson lagi.

Ketiga terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana melakukan pemerasan terhadap sopir truk pengangkut naskah soal Ujian Nasional (UN) dengan cara memungut biaya menempelkan logo PSDS ke bak belakang truk yang dikemudikan saksi korban Herman Edison alias Son, saksi korban Mariono dan saksi korban Hendrik, masing-masing Rp50.000 saat melintasi dari Jalinsum Simanggamangga Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

Jaksa penuntut umum (JPU) Susi Sihombing SH sebelumnya menuntut agar majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Kurnan Matondang alias Kurnan selama 2 tahun 6 bulan, kepada terdakwa Makmur 2 tahun dan terhadap terdakwa Nursiyah 1 tahun.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...