Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› BPKP Observasi Bangunan Proyek Kantor Bupati Nias Utara

BPKP Observasi Bangunan Proyek Kantor Bupati Nias Utara

Nias Utara, suarasumut.com — Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sumatera Utara melakukan observasi terhadap bangunan proyek kantor Bupati Nias Utara, di Desa Fadoro Fulolo, Kecamatan Lotu, Kabupaten Nias Utara, Selasa (8/9).

Kejaksaan Negeri Gunungsitoli telah mengantongi kerugian negara atas kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kantor Bupati Nias Utara tahap I dan tahap II.

Sesuai pantauan wartawan, tim ahli BPKP perwakilan Sumatera Utara, Batara Tobing dan Faisal Adrian Nasution bersama tim ahli Politeknik Medan M.Koster Silaen, MT didampingi penyidik Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, meneliti dan melihat seluruh bangunan proyek kantor Bupati Nias Utara.

Tim ahli BPKP juga memberikan sejumlah pertanyaan kepada Kadis PU Kabupaten Nias Utara Onahia Telaumbanua, dan meninggalkan lokasi proyek setelah melakukan observasi kurang lebih 1 jam.

Ketika ditemui wartawan untuk dimintai keterangan seputar pelaksanaan obeservasi, tim ahli BPKP menolak dengan alasan masih belum bisa memberikan penjelasan. Hal senada juga dilontarkan Kadis PU Kabupaten Nias Utara, Onahia Telaumbanua kepada wartawan.

Tim Ahli BPKP saat melakukan observasi.
Tim Ahli BPKP saat melakukan observasi.

Sudah Ada Kerugian Negara

Kepala seksi pidana khusus (Kasipidsus) Kejari Gunungsitoli Junius Zega, SH, MH yang ditemui wartawan di kantor Kejari Gunungsitoli, Jalan Soekarno, Kota Gunungsitoli pada hari yang sama, menerangkan jika tujuan dilakukannya observasi, adalah untuk menyamakan persepsi antara temuan tim audit sebelumnya dengan BPKP.

Dia mengungkapkan, tim penyidik Kejari Gunungsitoli telah menemukan jumlah kerugian negara pada pelaksanaan proyek pembangunan kantor Bupati Nias Utara tahap I dan tahap II pada penyelidikan sebelumnya.

Kerugian negara pada proyek tersebut kemungkinan besar akan bertambah jumlahnya, namun dia menolak untuk memberitahu, karena tidak mau mengganggu kerja tim audit dan BPKP.

“Pada penyelidikan sebelumnya, kita sudah mengantongi jumlah kerugian negara dalam pelaksanaan proyek pembangunan Kantor Bupati Nias Utara tahap I dan tahap II. Jumlah tersebut kemungkinan besar akan bertambah, dan kita saya belum bisa membeberkan, karena tidak mau mengganggu audit yang dilakukan tim audit dan BPKP,” tutur Junius Zega.

Terkait waktu yang dibutuhkan tim audit dan BPKP dalam melaksanakan penghitungan kerugian negara, Junius tidak bisa menentukan. Namun, dia memprediksi, hasil audit akan bisa diketahui dalam waktu kurang lebih satu bulan.(ih/ss/nu)

Lihat Juga

Ket gbr : Serda OP Hutauruk korban tenggelamnya KM Sinar Bangun Yang Hingga Kini Belum Ditemukan, Kamis (21/06/2018)/sumber foto : penrem 023/ks.

Ratusan Penumpang KM Sinar Bangun Salah Satunya Anggota Koramil 04/Harian Boho

Simalungun | suarasumut.com  –  Salah satu penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan danau ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *