Beranda ›› Foto & Video ›› BOP 2017 Cair, Sejumlah PAUD Di Tapteng Ini Keluhkan Kutipan Jutaan Rupiah
Foto : Bantuan Sarana Pembelajaran Alat Permainan Edukatif PAUD yang ada di Tapteng
Foto : Bantuan Sarana Pembelajaran Alat Permainan Edukatif PAUD yang ada di Tapteng

BOP 2017 Cair, Sejumlah PAUD Di Tapteng Ini Keluhkan Kutipan Jutaan Rupiah

 

                       “MD : “Itu sebagai Balas Jasa Menyusun Data Laporan. Tidak Ada Operasional Dari Dinas”

 

Tapteng | suarasumut.com  –  Beberapa lembaga maupun yayasan untuk jenjang PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di 4 kecamatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) provinsi Sumatra Utara mengeluh dengan adanya kutipan dari petugas monitoring Paud.

“Kalau tidak salah, pertengahan bulan Desember 2017 lalu terjadi pemotongan oleh salah seorang monitoring Paud kami,” beber beberapa sumber yang tidak mau namanya disebutkan di dua kecamatan pengelola Paud di kecamatan Sukabangun dan Pinangsori, Senin (08/01/2017).

Dengan adanya kutipan itu sambung sumber, bermula dengan tersalurkan BOP (Bantuan Operasional Pendidikan) Paud dari Pemerintah Pusat terhadap masing-masing Paud yang ada di Kabupaten Tapteng ini.

“Uang buku 2,5 juta rupiah, uang laporan ke dinas 1,5 juta rupiah, uang terimakasih 1 juta rupiah. Itulah biaya yang di minta ke kami dari pencairan itu, padahal itu tidak ada perjanjian sebelumnya,” keluh satu sumber.

Dengan dibubuhi mengatasnamakan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tapteng, sejumlah pengelolah Paud ini merasa yakin dengan permintaan tersebut.

“Dengan kami terima bantuan itu mengatasnamakan dari dinas pendidikan, lantas kami menurut ajalah kami salurkan 5 juta sebagai uang terimakasihnya serta uang buku,”terang sumber.

Dilain tempat, pihak monitoring, MD yang disebut dari sejumlah pengelola itu membenarkan dan mengaku sudah ada kesepakatan dengan pengelola sebagai upah jasa selama pembuatan penyusunan data di masing-masing yayasan Paud.

“Iya memang saya terima sebagai jasa, selama ini untuk membuat laporan data jumlah anak Paud. Saya itu bekerja begadang, uang pulsa data. Sementara saya tidak ada dapat biaya operasional dari Dinas pendidikan,” jelas MD yang memonitor di 4 kecamatan tersebut, sekira pukul 12.30 Wib.

Dia melanjutkan, bahwa pemotongan itu diterimanya sebagai jasa pembuatan dapodik dan data lainnya. Memang secara lisan, ungkap MD bahwa permintaan tersebut sudah sesuai dengan kesepakatan bersama.

“Iya memang ada saya terima, tetapi itu tidak saya paksakan, kalau untuk pembiayaan bukunya tergantung dari sejumlah murid yang ada pada PAUD itu, dan itu pun ,” terang MD yang berdomisili di kecamatan Sibabangun.

Disinggung tentang permintaan lain berupa uang terimakasih dari Dinas pendidikan, MD malah berbalik tanya terhadap wartawan yayasan mana yang menyampaikan hal itu.

Diakui MD, untuk pengadaan buku tersebut dipungut serta berbayar atau pun tidak gratis ditiap jumlah anak yayasan PAUD yang telah disalurkannya.

“Dikatakan dari dinas, bahwa di tahun 2018 ini tidak lagi monitoring yang ditugaskan,” tutup MD yang juga mempunyai yayasan di Kecamatan Sibabangun ini.(ph/ss-tt)

 

Lihat Juga

KPU Palas Melakukan Penyempurnaan DPTHP Kedua

Palas | suarasumut.com  –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) melakukan penyempurnaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.