Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Kabar Sumut ›› Bidan PUSKESMAS Peras Pasien Miskin

Bidan PUSKESMAS Peras Pasien Miskin

Rantauprapat, suarasumut.com

MESKI sudah membawa Kartu Tanda Penduduk ( KTP ) dan Kartu Keluarga dipuskesmas Pembantu Danau Bale Kecamatan Rantau Selatan, Labuhanbatu, namun Bidan yang berinesial EN masih nekat memeras pasien miskin yang hendak bersalin dipuskesmes itu.

Sahrul Hasibuan (24) warga Jalan tuntung kelurahan Danau Bale A kecamatan Rantau selatan mengaku diperas oleh oknum bidan EN. Pasalnya, Istrinya Rohana (25) dipaksa membayar biaya persalinan pada EN sebesar Rp.1,3 Juta.

Kepada wartawan, Senin (11/2), sahrul menceritakan kasus pemerasan yang dialaminya terjadi ketika, istrinya Rohana mendadak hendak melahirkan pada hari minggu (2/2) kemarin. Saat itu, Sahrul langsung menghubungi EN untuk berkonsultasi melalui seluler. Didalam perbincangan mereka, sahrul disarankan oleh bidan Erni agar istrinya bersalin di Puskesmas Pembantu danau bale dengan iming-iming biaya bersalin gratis.

“Awalnya bidan itu mengatakan kepada ku bahwa biaya bersalin gratis dengan catatan membawa KTP dan Kartu keluarga. Namun, setelah istriku selesai melahirkan, bidan itu meminta uang Rp.1,3 juta dengan alasan uang beli infus dan suntik dan harus dibayar hari itu juga.

Karena uang yang diminta tidak bisa aku sanggupi, aku memohon kepada bidan itu sambil menangis agar biayanya di kurangi, namun mereka memaksa agar dibayar saat itu juga sebesar Rp.1 juta. Terpaksa lah bang, ku hutang uang tetangga, dan sudah ku bayar Rp.700 ribu. Karena hutangan yang kudapat dari tetangga hanya Rp.700 ribu,” Terang Sahrul dengan nada sedih.”

Dikatakannya, dalam permintaan uang bersalin itu,saya coba meminta pada bidan agar dapat dikurangi harga yang dipintanya.Tapi ia menolak dengan tawaran yang saya mohonkan.Dari Rp.1,3 juta saya meminta Rp 300 ribu,karena janji dia gratis asal ada KTP dan kartu keluwarga,” Ungkap sharul.

Sahrul Berharap peristiwa yang dialaminya,kepala dinas kesehatan Labuhanbatu agar memberikan sanksi kepada oknum bidan tersebut, apalagi bidan tersebut adalah PNS,dengan demikian agar jadi efek jera kepada oknum bidan yang berani memeras itu.

Sementara itu, EN selaku bidan yang menangani pasien saat ditemui mengaku meminta uang Rp.1,3 juta kepada pasien dengan alasan untuk biaya pembelian infus dan suntik.” Dari mana uang beli infus itu kalau gak dari pasien. Saya kan bekerja, gak mungkinlah kerja gak ada hasilnya,”kata EN.

Terpisah, Kepala dinas kesehatan Labuhanbatu Hj.Helifenida,SKM hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi dikarenakan pergi ke Medan. (ao/ss/rp)

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...