Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› BI Perwakilan Sumut Gelar Sosialisasi Layanan Keuangan Digital

BI Perwakilan Sumut Gelar Sosialisasi Layanan Keuangan Digital

Tebingtinggi | suarasumut.com  –  Penjabat (Pj) Wali Kota Tebingtinggi OK Zulkarnain diwakili Sekdako Johan Samose Harahap membuka sosialisasi Layanan Keuangan Digital (LKD) sekaligus mengenalkan ciri-ciri keaslian uang rupiah baru tahun emisi 2016 yang dilaksanakan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Utara, Selasa (21/2/2017) di Gedung Hj Sawiyah Jalan Sutomo kota setempat.

Pj Wali Kota mengatakan, setelah diresmikannya pengeluaran dan pengedaran 11 pecahan uang rupiah baru tahun emisi 2016 pada tanggal 19 Desember 2016 lalu, sekaligus menandai bahwa pecahan uang rupiah tahun emisi 2016 mulai berlaku dan diedarkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Berkaitan dengan hal tersebut, Pemko Tebingtinggi mengucapkan terima kasih kepada BI perwakilan Provinsi Sumatera Utara yang telah memilih daerah ini (Tebingtinggi) sebagai tempat pertama untuk mensosialisasikan ciri-ciri keaslian uang rupiah tahun emisi 2016 dan LKD di Kabupaten/Kota se Sumatera Utara,” ujar Sekdako Johan Samose Harahap.

Dikatakan, sosialisasi itu bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keaslian uang rupiah baru tersebut dan juga dalam rangka mewujudkan program Gerakan Non Tunai.

“Kami berharap kepada semua peserta sosialisasi setelah ini agar dapat memberikan penerangan kepada masyarakat di sekitar saudara tentang ciri-ciri keaslian uang rupiah baru tersebut sesuai dengan yang akan disampaikan oleh perwakilan dari BI,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan dari Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi Sumatera Utara, Budi Trisnano menjelaskan, sistem pembayaran tunai dan non tunai serta apa-apa saja yang menjadi wewenang dan kebijakan yang dilakukan oleh BI.

Dijelaskan, LKD adalah kegiatan layanan jasa pembayaran dan keuangan yang menggunakan sarana teknologi digital seperti seluler atau internet melalui pihak ketiga.

Ini bisa melalui individu perorangan ataupun masyarakat umum, bukan karyawan lembaga bank dan telah mendapat izin resmi atau lisensi untuk membuka cabang LKD.

“Setiap individu dari berbagai profesi dapat menjadi agen penyalur keuangan atau pihak ketiga, sedangkan instrumen yang digunakan untuk melakukan pembayaran adalah berupa uang elektronik atau e-cash atau e-money,” jelasnya.

Budi juga memaparkan terkait pengawasan dan memonitoring bank-bank yang ada di seluruh Indonesia, baik bank milik negara maupun swasta guna menjaga kepercayaan masyarakat untuk menyimpan uangnya di dalam bank.

Sedangkan pengenalan ciri-ciri uang rupiah baru tahun emisi 2016 disampaikan oleh Dwi Sulistyo dari Bank Indonesia kepada para peserta sosialisasi yang diikuti para asisten, staf ahli, kepala dinas, camat dan lurah se Kota Tebingtinggi.(ag/ss-tt)

Kata kunci terkait:
bank indonesia

Lihat Juga

452 Pramuka Ikuti Perkemahan Internasional 2017 Di Malaysia

JAKARTA | suarasumut.com  –  Sebanyak 452 anggota Gerakan Pramuka akan mengikuti Perkemahan Internasional di Selangor, ...