Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Berharap Berkah dari Tandan Buah Segar SGRO
Berharap Berkah dari Tandan Buah Segar SGRO

Berharap Berkah dari Tandan Buah Segar SGRO

Berharap Berkah dari Tandan Buah Segar SGRO
Berharap Berkah dari Tandan Buah Segar SGRO

Selama kuartal kedua tahun ini, pendapatan PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) turun 27,3% menjadi Rp425 miliar. Begitu juga dengan marjin bersih yang turun 300 basis poin menjadi 0,9%. Bagaimana prospek saham komoditas ini hingga akhir tahun?

Periset Samuel Sekuritas Joseph Pangaribuan menuturkan, penurunan pendapatan periode itu karena volume penjualan CPO-nya juga turun 31% akibat buruknya panen di Sumatera Selatan.

“Manajemen menyatakan penurunan ini merupakan siklus dua tahunan dan hal ini di luar perkiraan kami. Hal ini mengakibatkan panen tandan buah segar (TBS) kuartal dalam enam bulan pertama tahun ini mewakili 30,3% dari estimasi kami sepanjang 2013,” kata Joseph dalam risetnya edisi Agustus 2013.

SGRO mengindikasikan target panen tandan buah segar tahun ini 1,4 juta ton, turun 20% atau lebih rendah 17% dari estimasi Samuel dan volume penjualan CPO juga turun 20% menjadi 281 ribu ton, lebih rendah 17% dari estimasi Samuel.

SGRO menyatakan sulilt untuk mengompensasi penurunan tandan buah segar perusahaan dari pembelian tandan buah segar yang bukan berasal dari perusahaan akibat sulitnya mendapatkan tandan buah segar dari pemasok.

“Hal ini memungkinkan akibat permintaan dan pasokan di Sumatera Selatan telah memiliki pelanggan tetap untuk penjualan tandan buah segar selain juga akibat pasokan yang terbatas,” imbuhnya.

Kenaikan biaya seiring mulainya efektifnya bunga dari pinjaman yang dilakukan pada empat tahun yang lalu juga akibat adanya tambahan outstanding Rp81 miliar pada kuartal dua tahun ini. SGRO biasanya melakukan pembayaran bunga di saat kebun mulai menghasilkan, termasuk sebagian bunga yang tidak dikapitalisasi.

“Kami menaikkan asumsi rata-rata nilai tukar rupiah tahun ini menjadi Rp9.850. Pendapatan SGRO saat ini 100% dalam dolar dan biaya 80% sehingga SGRO lebih diuntungkan dengan depresiasi rupiah,” ucapnya.

Kendati demikian, Samuel menurunkan volume penjualan CPO tahun ini dan tahun depan menjadi 281 ribu ton dan 318 ribu ton.

“Selain itu, kami menaikkan asumsi interest expenses tahun ini seiring dengan interest expenses semester pertama tahun ini telah mewakili 61% dari asumsi kami. Laba tahun ini dan tahun depan masing-masing turun 62% dan 28% dari proyeksi sebelumnya dan menjadikan target harga kami Rp900 dengan rekomendasi jual,” paparnya.

Lihat Juga

Meski Belum Tutup, Gudang CPO Di Labuhanbatu Kini Gunakan Gerbang Pagar, Diduga Untuk Kelabui Petugas

Labuhanbatu | suarasumut.com  –  Setelah diberitakan Seputar penampungan CPO yang beroprasi di Bulu Cina, Kecamatan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *