Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› BEBERAPA CALEG TUDING KETUA PPK DI SOGOK

BEBERAPA CALEG TUDING KETUA PPK DI SOGOK

Rantauprapat, suarasumut.com – Sejumlah Calon Legislatif ( Caleg ) menuding kalau Ketua Panitia Pemilih Kecamatan ( PPK ) Rantau Selatan, Labuhanbatu telah disogok sejumlah caleg yang mempunyai banyak duit.
Sebab,sejumlah caleg dari partai yang berbeda itu, meminta pada PPK untuk membuka ulang surat suara C 1.

“Buka kotak suara C 1 itu banyak dugaan kecurangan dikotak suara itu, jika tak mau kau membuka dan menghitung ulang berarti benar kalau kau telah disuap para Oknum Caleg yang berduit,”Kata Hasan Hasibuan, salah seorang Caleg Dapil 2 Senin (14/4) di Kantor Camat Rantau Selatan.

Dikatakannya,dugaan banyaknya kecurangan di kotak suara C 1 itu, dikarenakan adanya intimidasi terhadap pada para Narapidana yang ada di Lembaga Permasyarakatan ( LP ) Rantauprapat Lubusona.

” Ada Famili ku di LP sana,katanya suaraku terbilang banyak, tapi setelah dibacakan di Kecamatan hanya tiga suara apa maksudnya ini,”Ungkap Hasan.

Sementara Ketua PPK Enda Juanda saat disambagi atas tudingan tersebut membantah kalau ia bermain dengan oknum Caleg.”Ngak ada aku bermain sama para Caleg nggak mungkinlah,” Kilah Ketua PPK.

Lagi pula, lanjutnya, jika memang adanya dugaan itu,hendaknya membawa bukti, jangan hanya omongan saja, karena sesuai data yang kami miliki tidak ada yang menyalahi sesuai yang ia tudingkan.

“Kalau ada bukti kami siap untuk menghitung ulang,tapi kalau hanya omongan kami tidak akan buka lagi,”Kata Enda.

Kepala lembaga Permasyarakatan Surung Pasaribu saat di konfirmasi atas intimidasi juga membantah kalau Napi telah diintimidasi.

“Untuk kampanye saja para Caleg tidak diperbolehkan,mana mungkin ada intimidasi. Keributan yang dilakukan Oknum Caleg itu semestinya tidak membawa intansi orang” Begitulah kalau sudah kalah ribut,kalau menang diam-diam saja,”Jelas Surung.( ao/ss/rp )

Lihat Juga

Cegah Mismatch Menahun, BPJS Kesehatan Diminta Koreksi Diri

Jakarta | suarasumut.com  –  Anggota Komisi IX Irma Suryani mengibaratkan defisit yang dialami Badan Penyelenggara ...