Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Banyak Ngaku Orang Polda, Konfirmasi Kepsek Harus Izin KUPT

Banyak Ngaku Orang Polda, Konfirmasi Kepsek Harus Izin KUPT

Rantauprapat, suarasumut.com – Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan (Disdik) Kecamatan Rantau Utara H. Indra Bustami membuat kebijakan yang menyulitkan jurnalis. Lewat surat edaran (SE) yang dibuatnya, ia meminta agar setiap konfirmasi kepada kepala sekolah harus melalui rekomendasinya

Itu terungkap ketika wartawan berkunjung ke SD Negeri 115524, Selasa (10/3), menemui kepala sekolah Arnawati Spd, guna mengkonfirmasi pembangunan ruang perpustakaan yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) dan pengadaan peralatan sekolah yang dibiayai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Namun, seorang guru petugas piket langsung memperlihatkan sebuah surat yang tertempel di pintu ruang kepala sekolah. “ Kalau mau konfirmasi baca dulu ini pak,”kata petugas piket itu.

Setelah dilihat, ternyata surat itu adalah yang ditandatangani kepala UPT Disdik Kecamatan Rantau Utara H. Indra Bustami,SE itu bernomor 800/120.Sekrt/2015 perihal pemberitahuan kepada Kepala Sekolah SD/MI negeri dan swasta.

Dalam surat itu tertulis, demi kenyamanan sekolah, setiap tamu atau pun untuk konfirmasi harus mendapatkan rekomendasi Kepala UPT Disdik Kecamatan Rantau Utara.

H. Indra Bustami saat dikonfirmasi wartawan di kantornya mengakui surat edaran itu. Ia telah memperoleh izin secara lisan dari Kadis Pendidikan Labuhanbatu H.Sarimpunan untuk menerbitkan surat edaran itu.

Indra mengatakan, itu diterbitkan untuk memberi kenyamanan kepada pihak sekolah dan agar dia tahu apa saja yang terjadi di sekolah yang masuk wilayah kerjanya.

“Ada yang ngaku dari Polda ke sekolah-sekolah, ada yang ngaku dari media tv, ternyata mereka itu tak ada kaitan dengan polda dan tv. Jadi kepala sekolah dan proses belajar jadi terganggu. Karena itu kita buat surat edaran, supaya kita tahu siapa yang datang ke sekolah,”katanya.

Disinggung mengenai rumor yang beredar, bahwa surat itu dibuat untuk menutupi keterlibatannya menerima fee dalam bisnis pengadaan peralatan atau keperluan sekolah yang dibiayai dengan dana BOS bekerjasama dengan oknum pengusaha AS, pria yang akrab disapa Ameng ini membantahnya.

Bahkan, ia mengaku sangat membenci oknum AS karena telah menipunya. “ Wih.. kalau dia (AS,red) menengoknya saja jijik aku, mau muntah aku, ditipunya saja aku,” katanya.

Ketika didesak dalam hal apa oknum AS menipu dirinya, ia buru-buru meralat ucapannya. “ Bukan ditipunya aku, tapi suka dia berbohong-bohong,”ralatnya.

Saat diminta rekomendasi darinya untuk melakukan konfirmasi ke sekolah-sekolah, anehnya Indra tak bersedia memberikannya. “ Datang sajalah ke sekolah, sampai sana nanti telepon saya di depan kepala sekolahnya,” ucapnya.(ao/ss/rp)

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...