Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Bangunan Baru Pasar Inpres Aek Kanopan Diperjualbelikan Kadispaskeb?

Bangunan Baru Pasar Inpres Aek Kanopan Diperjualbelikan Kadispaskeb?

Aek Kanopan, suarasumut.com – Sebanyak 92 unit bangunan kios baru Pasar Inpres Aekkanopan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), ternyata menjadi menjadi ajang untuk memperkaya diri oknum petinggi Dinas Pasar dan Kebersihan Labura. Pasalnya, bangunan kios yang baru dibangun dengan sumber dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2014 ini justru diperjualbelikan oleh oknum Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan.

Adanya aksi jual beli bangunan kios ini terungkap dari puluhan pedagang yang mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Labura, senin (12/1). Puluhan pedagang yang diterima oleh Komisi C DPRD Labura ini mengungkapkan, kios-kios baru tersebut diperjualbelikan dengan kisaran harga Rp. 100 juta.

“Begitulah pak, kios itu mereka jual seharga Rp. 100 juta, padahal kami kan pedagang lama, masa’ kami harus membayar lagi,” ujar salah seorang pedagang di ruangan komisi C yang saat itu dihadiri oleh beberapa anggota DPRD, di antaranya Agustinus Simamora, Maruahal Sinurat, dan Afriyanti Simangunsong.

Keterangan diperoleh, para pedagang ini merasa heran dengan sikap dan kebijakan yang dilakukan oleh Dispaskeb Labura. Sebagai pedagang yang sebelumnya memang berdagang di bangunan kios yang lama (sebelum dibangun_red), mereka berpendapat, seharusnya mereka secara otomatis juga menempati kios tersebut saat selesai dibangun kembali.

Namun kenyataannya, alih-alih menempati kembali kiosnya, para pedagang ini justru dipaksa untuk membayar dengan harga yang terbilang sangat memberatkan mereka. Tidak hanya itu, sebelumnya, dengan dalih biaya administrasi, para pedagang ini juga telah diminta untuk membayarkan uang sebesar Rp. 1.000.000.

Selain merasa keberatan dengan tindakan tidak terpuji Kadispaskeb ini, para pedagang ini juga kecewa dengan ukuran kios yang semakin sempit dari sebelumnya. Pengakuan mereka, kios lama yang mereka tempati berukuran 3 x 3,5 meter, sedangkan ukuran yang baru hanya 3 x 3 meter.

Anggota DPRD Labura, Agustinus Simamora yang didampingi rekan-rekan satu komisinya, kepada para pedagang, berjanji akan segera menindaklanjuti permasalahan ini. Ia mengatakan akan membawa persoalan ini pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) di lembaganya. “Ini akan kami bawa dalam RDP nanti, mudah-mudahan kita bisa selesaikan persoalan ini, secepatnya,” ujar Agustinus, diamini rekan-rekannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan, Khairul Saleh Hasibuan, hingga berita ini ditulis belum berhasil dimintai keterangannya. Diduga Khairul sengaja menghindar dari para wartawan yang pasca mencuatnya persoalan ini selalu menyambangi kantornya untuk mempertanyakan masalah ini. (rz/ss/lu)

Kata kunci terkait:
anggota dpr labura

Lihat Juga

OPD Pemkab Labuhanbatu Laksanakan Bhakti Sosial Ke Panti Asuhan

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Dalam rangka memperingati Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang ke-72 Tahun ...