Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Ayam Mati Mendadak Di Tapteng, Diagnosa Sementara Disebabkan Uris

Ayam Mati Mendadak Di Tapteng, Diagnosa Sementara Disebabkan Uris

TAPTENG | suarasumut.com  –  Kasus kematian ternak ayam kampung mendadak di Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara sementara diduga disebabkan Uris.

“Untuk pastinya kita autopsi, kita belah, kena Uris gak dia?” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tapanuli Tengah, Drh Iskandar dihubungi awak media, Kamis (22/2).

Penelusuran, penyakit Uris atau disebut Tetelo atau Newcastle Disease (ND), juga disebut sebagai sampar ayam. Penyakit ini merupakan penyakit yang sering ditemukan dan paling ditakutkan karena dapat menyebabkan tingkat kematian yang tinggi pada ayam.

Penyakit ini disebabkan suatu infeksi viral yang disebabkan virus Paramyxo. Penyakit ini ganas karena penyebarannya sangat cepat dan luas. Dalam kurun waktu 3 hingga 4 hari seluruh ternak akan terinfeksi dan biasanya virus Paramyxo ini ditularkan melalui burung liar.

Kendati Kadis Iskandar menyebut, saat ini proses autopsi-lah yang akan menentukan apakah diagnosa tersebut benar. Sebab, menurut dia terdapat sedikitnya 20 jenis penyakit pada ayam, dimana gejalanya mirip.

“Penyakit ayam ini lebih 20, gejalanya mirip-mirip semua, yang bisa menentukan arah diagnosanya kalau dari kasat mata hanya dari kotoran ayam, warna apa, macamana bentuknya baru bisa kita diagnosa,” tuturnya.

Dikatakan, proses autopsi terhadap ayam tersebut akan dilakukan besok pagi. Dia menyebut, dari hasil autopsi akan diperoleh hasil diagnosa final penyakit yang menyebabkan kematian puluhan ternak ayam warga itu.
“Bisa, pokoknya ada ayam mati, belah, besok pagi (di autopsi-red),” kata Iskandar.

Diberitakan sebelumnya, puluhan ayam kampung di Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara ditemukan mati mendadak. Nurningsih, salah satu peternak ayam kampung  menceritakan, kematian ternak-ternak nya itu sudah terjadi sejak 2 hari terakhir. Kematian terjadi dalam waktu cepat. Kematian diawali dari badan ayam yang mendadak panas tinggi dan lumpuh.

“Waktu yang singkat, jangankan ayam yang sedang dilepas, yang sedang mengeram juga ikut terkena,” tutur Nurningsih kepada wartawan, Kamis (22/2).

Nurningsih mengaku khawatir dengan kematian mendadak ayam-ayam itu, kalau-kalau terjangkit wabah yang beberapa tahun lalu juga sempat menyerang unggas, yakni flu burung. “Kalau benar unggas terjangkit flu burung, bahaya kita ditampung ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, kematian itu menyebabkan dia merugi dalam jumlah besar. Tak hanya dirinya, sejumlah peternak ayam kampung lainnya di kelurahan tersebut mengeluhkan hal serupa.

“Ia ayam dikampung ini semua pada mati, bahkan satu kandang ludes habis bermatian, semua rata rata ayam kampung yang tewas, kalau sudah kayak gini rugi jugalah kita, biaya pakan saja sudah berapa yang keluar,” keluhnya.

Ia pun berharap kasus ini bisa ditindaklanjuti instansi terkait. Agar wabah kematian unggas itu tidak menyebar ke para peternak lainnya.

“Harapannya kepada Dinas Pertanian dan peternakan bisa langsung meninjau, karena takut terjangkit penyakit flu burung,”jelasnya. (rl/ss-tt)

Lihat Juga

Ket Gbr : Rombomban Tim Wasev Mabes TNI AD yang di Pimpin Mayjen TNI AD Felix Hutabarat Meninjau Sasaran Lokasi TMMD Tanah Karo, di desa Serdang, kecamatan Barus Jahe Kamis (19/4/2018)

Ketua Tim Wasev Mabes TNI Tinjau TMMD Ke 101 Di Wilayah Kodim 0205/TK

Tanah Karo | suarasumut.com  –  Ketua Tim Wasev Mabes TNI Mayjen TNI Felix Hutabarat yang ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *