Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Aparat Datang Hanya Minta “Upeti”, Kafe Remang-Remang Tempat Transaksi Narkoba“Tumbuh Subur” Di Bilah Hilir?

Aparat Datang Hanya Minta “Upeti”, Kafe Remang-Remang Tempat Transaksi Narkoba“Tumbuh Subur” Di Bilah Hilir?

Negerilama | suarasumut.com  –  Kafe remang-remang tumbuh bagai jamur dimusim hujan membuat warga resah di Dusun Sei Mambang Hilir Desa Sei Tampang Kecamatan Bilah Hilir, persisnya di Simpang PT.HSJ, dekat dengan jembatan penyeberangan menuju Desa Sidomulyo Kabupaten Labuhanbatu.

Keresahan warga sangat beralasan, sebab para pedagang selain menjajakan minuman bir, tuak dan makanan ringan lainnya, juga mendapatkan extra pelayanan dari para pekerja seks komersil , tak pelak lagi membuat para pria hidung belang menjadi betah mangkal.

Ironisnya, ternyata yang menjadi keresahan warga tidak hanya itu, selain musik dengan volume keras ditengah malam yang mengusik istirahat warga sekitar terganggu, sesama pengunjung pun sering terjadi keributan bahkan penyelesaiannya hingga ke kantor Polisi.

Parahnya lagi, kafe remang-remang disinyalir menjadi salah satu tempat transaksi narkoba jenis ganja, ekstasi maupun psikotropika jenis sabu-sabu dimana saat ini pemerintah justru sangat keras dan tegas akan pemberantasannya.

Bukan hanya berbagai hal diatas yang menjadi efek miring dari hadirnya kafe maksiat tersebut, tetapi dampak sosial lainnya yang dialami warga sekitar adalah timbulnya perceraian keluarga serta kecenderungan kaum Adam melakukan selingkuh, jelas ini semakin bahaya.

Salah satu warga yang sempat berdiam disana terpaksa harus pindah karena setiap hari anak maupun suaminya melihat wanita pelayan kafe maksiat itu disiang hari selalu berpakaian mini. “Anak masih kecil, tak pantas melihat pemandangan seperti itu,” ungkap Ibu dua anak itu.

Dilanjutkannya, ada keluarga tak jauh dari dusun ini terpaksa bercerai akibat pengaruh hadirnya kafe jahanam itu, belum lagi kasus perselingkuhan yang sudah terjadi padahal tetangga dekat.

Pantauan wartawan Sabtu kemarin hingga jam 24.00 pun, suara keras musik serta asyiknya para tamu berjoget pertanda seakan tidak ada aturan hukum maupun aturan sosial yang berlaku disana.

Beberapa warga yang tidak bersedia jatidirinya disebutkan didalam tulisan ini berharap, seluruh kafe maksiat itu harus ditutup disebabkan selain melanggar norma hukum juga norma etika dan norma susila.

Kepala Desa Sei Tampang Moh.Asmui ketika dikonfirmasi melalui selularnya, Kamis (6/10) kepada wartawan mengatakan pihaknya juga sudah banyak menerima aduan keberatan warga secara lisan lalu akan menindaklanjutinya dengan menutup kafe maksiat itu. “Laporan sudah banyak masuk, kafe remang-remang akan ditutuplah,” ujar Asmui mengakhiri.

Kapolsek Bilah Hilir AKP.PS.Simbolon Ketika dikonfirmasi melalui selularnya, Rabu (5/10) kepada wartawan mengatakan pihaknya sudah beberapa kali melakukan razia terhadap salah satu penyakit masyarakat (pekat) itu, tetapi tutup buka. “Sudah sering razia, miras sajam, narkoba,” ujar mantan Kasat Narkoba Pores Langkat itu. Namun pihaknya agar berupaya supaya seluruh kafe remang-remang itu ditutup. (ta/ss-lb)

 
Kata kunci terkait:
Warung remang-remang di aek kanopan, Harga sawit pt hsj hari ini, waring remang remang di aek kanopan

Lihat Juga

OPD Pemkab Labuhanbatu Laksanakan Bhakti Sosial Ke Panti Asuhan

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Dalam rangka memperingati Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang ke-72 Tahun ...