Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Aniaya Tetangga Sampai Babak Belur, Ayah & Anak Disidang

Aniaya Tetangga Sampai Babak Belur, Ayah & Anak Disidang

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Marungkil Gultom alias Marukkil Gultom (65) bersama dua anaknya yakni Rahmat Gultom (33) dan Edi Suprapto (27) warga Dusun IV Pulo Angin, Desa Aek Korsik, Kecamatan Aek Kuo Kabupaten Labuhanbatu Utara terpaksa menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Rantauprapat, Kamis (11/2) sekitar pukul 14.23 Wib. Karena, ayah empat anak itu terbukti melakukan penganiayaan secara bersama-sama terhadap tetangganya yaitu Melki Butar butar (31).
Dihadapan Hakim yang diketuai Dominggus Silaban dan Hakim Anggota M.Iqbal dan Rinaldi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Naharuddin Rambe membacakan surat dakwaan terhadap ketiga terdakwa itu.
Dimana, perbuatan terdakwa terjadi pada  pada hari Minggu tanggal 23 Agustus 2015 sekira Pukul 13.00 wib di Dusun IV pulo Angin Desa Aek Korsik Kecamatan Aek Kuo Kabupaten Labuhanbatu Utara saat itu  saksi Melki (Korban) sedang berada di kedai saksi Jadi Nadapdap untuk membeli rokok.
 
Kemudian datang saksi Dendi Gultom dan Kaster Gultom (belum tertangkap) yang tak lain adalah anak terdakwa Marukkil mendatangi korban ke kedai saksi Nadapdap. Melihat korban berada di kedai Kaster, langsung emosi dan menumbuk mulut korban dan saat itu juga Dendi turut menumbuk dada korban. Usai dianiaya, korban pun langsung pulang ke rumahnya.
Setibanya dirumah, korban langsung duduk diteras rumahnya. Namun, tiba-tiba terdakwa Marukkil bersama istrinya Nurmala br Butar-butar dan ke empat anaknya Rahmat, Edi dan Kaster berkata,”rela Opungku menghabiskan harta untuk membunuh bapak dan mamak mu”.
Mendengar ucapan saksi, korban menjawab,”ngapain mesti nanti kau bunuh orang tua ku”, mendengar ucapan korban, terdakwa Marukkil langsung emosi. Setelah itu Kaster langsung menarik tangan korban ke samping rumahnya. Setelah itu, terdakwa Rahmat langsung mengangkat tangan kiri korban dan kemudian terdakwa Marukkil langsung memukulkan batu beton ke bahu kiri korban. Kemudian terdakwa Rahmat menunjang rusuk korban.
Selanjutnya terdakwa Edi tendang paha korban. Kemudian saksi Nurmala Br Siburian mencakar leher korban hingga korban terjatuh. Setelah itu para terdakwa pergi meninggalkan korban. “Atas perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 170 ayat 1 KUHPidana atau pasal 351 ayat 1 KUHPidana Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana,”ucap Nahar sambil memberikan surat dakwaan kepada para terdakwa.
Usai mendengarkan surat dakwaan dari JPU, Majelis Hakim menunda persidangan selama satu minggu dengan agenda pemeriksaan saksi.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...