Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Angeline Pulang Dengan Cara Terhormat…

Angeline Pulang Dengan Cara Terhormat…

Oleh, Darrenz Nababan
*Penulis di media online suarasumut.com

Angeline gadis yang tak pernah tahu siapa Bapaknya, siapa Ibunya. Yang tiap pagi berjalan ke sekolah sepanjang 2 kilometer dengan jalan kaki. Yang tiap waktu memberi makan ayam-ayam di rumah. Mungkin dulu ia senang mendengarkan suara burung-burung di sekitar Sanur. Mungkin dia dulu sering tertawa dengan rangkaian gigi-giginya yang kecil dan lucu bermain boneka. Tapi entah kenapa ia kemudian meninggalkan dunia dengan cara meruntuhkan tangisan setiap orang.

Angeline lahir dari situasi ketidakberdayaan Bapaknya yang miskin tak mampu menebusnya dari sebuah klinik persalinan. Bayi kecil menangis, di hari-hari pertama tak mengenal ibu kandungnya. Tapi dia juga pergi dengan situasi yang tidak berdaya, dia lahir dari kemiskinan yang merampas hak orang tua untuk mencintai anaknya, memelihara dan membesarkan. Angeline mungkin pernah bertanya siapa Bapaknya, mungkin juga tidak. Tapi hidup bukanlah teka teki dimata anak kecil. Angeline tetap tertawa sekalipun ia menyimpan tanda tanya

Karena benar kata Kahlil Gibran. ” Kata yang paling indah di bibir umat manusia adalah kata ‘Ibu’, dan panggilan paling indah adalah ‘Ibuku’. Tanda tanya ini Angeline simpan, siapa bapak kandungnya, siapa ibu kandungnya.

Sampai pada akhir hidupnya Angeline belum kenal siapa bapak, siapa ibunya. Dan bagi seorang manusia pertanyaan siapa bapak siapa ibu, harusnya jadi pertanyaan pertama hidupnya. Angeline tidak menikmati kemewahan sederhana itu, kemewahan hanya untuk sekedar tahu siapa bapak, siapa ibunya.

Kini Angeline pergi dengan cara amat terhormat, dari Jenderal Polisi, sampai Menteri menghormat pada anak kecil ini. Yang memberikan pesan pada kita, betapa pentingnya jaminan sosial, betapa pentingnya negara berpihak pada kaum miskin.

Angeline kecil pergi ke tanah Jawa, tempat dimana neneknya yang miskin itu hanya bisa menatap dengan mata kosong kisah cucunya. Dan Bupati bersama ribuan warganya menerima Angeline dengan bungkukan penghormatan

Terima Kasih Angeline, kau pergi dengan cara terhormat dan mengajarkan pada semua orang bahwa Negara harus selalu hadir di tiap persoalan rakyatnya.

Angeline, maafkan Indonesia, semua menangisimu. “Pulanglah Nak…Pulang ke Tanah Jawa…”

Hujan gerimis di bulan Juni menangisi anak yang matanya seperti bulan bulat sempurna. Mata yang kelak akan mengeluarkan seribu kupu-kupu kesadaran untuk bangsanya

Lihat Juga

Medan - Semenjak dibukanya proses pendaftaran Bakal Calon (Balon) DPD RI dari Dapil Sumutera Utara yang akan maju pada Pemilu serentak tahun 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi, sudah ada tiga belas kandidat yang datang menyerahkan berkas syarat dukungannya. WTP Simarmata menyerahkan dukungan sebagai bakal calon Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) RI di hari keempat dan pendaftar kesebelas di kantor Komisi Pemilihan Umum Sumut, Rabu (25/4/2018) yang diterima langsung oleh Komisioner KPU Sumut Dr Iskandar Zulkarnain WTP Simarmata mendaftarkan diri dengan didampingi Ketua Tim Ir Tumpal Simarmata dan sejumlah tim suksesnya dan simpatisan dimana terlebih dulu menandatangani pendaftaran. WTP Simarmata menyerahkan bukti dukungan fotokopi dukungan KTP masyarakat ke KPU Provinsi Sumut sebanyak 4671 lembar yang tersebar di sejumlah Kabupaten/Kota. Penerimaan pendaftaran balon DPD ke KPU Sumut itu secara resmi sudah dibuka Ketua KPU Sumut Mulia Banurea. Usai dibuka selanjutnya dilakukan penyerahan berkas kepada KPU Sumut untuk dilakukan pemeriksaan persyaratan dukungan oleh tim yang dibentuk KPU Sumut. Usai mendaftar, WTP Simarmata mengatakan, dirinya optimis akan lolos sebagai peserta calon Anggota DPD RI Dapil Sumut. Bahkan niatnya maju anggota DPD RI tersebut lantaran mendapat dukungan dari tokoh-tokoh Agama, Akademisi, Organisasi dan Masyarakat. “Untuk menjalankan perjuangan ini, sambung WTP, pihaknya sudah membentuk tim pemenangan di setiap daerah kabupaten/kota dan termasuk tim penghubung (LO) yang tugasnya selalu memantau di KPU provinsi baik ada hal-hal kekurangan yang harus dilengkapi,” imbuhnya. WTP Simarmata juga meminta warga masyarakat untuk membantu KPU dalam mensosialisasikan Pemilu Damai sesuai perundang-undangan. Menurut Edward Hs. Siallagan, WTP Simarmata sebagai bakal calon anggota DPD RI karena sosok dan kualifikasi yang dimilikinya sangat dibutuhkan melihat situasi dan kondisi bangsa saat ini. "Disamping memang mendapat dukungan dari tokoh agama, akademisi, organisasi dan masyarakat agar dirinya mengabdikan tenaga dan pikirannya untuk bangsa dan negara, khususnya Sumatera Utara, pungkas Sekjen DPP Punguan Siallagan Indonesia (Parsibor). Informasi yang diperoleh, sejauh ini sudah ada 13 balon DPD RI yang menyerahkan mandat ke KPU Sumut. Pengumuman penyerahan syarat dukungan balon DPD ini berdasarkan Peraturan KPU No.5/2018 sudah dibuka sejak 26 Maret-8 April 2018 di kantor KPU Sumut. Sedangkan dari tahapan yang sudah berlangsung, pada 22 April-26 April 2018 sudah harus menyerahkan dokumen syarat dukungan sebagai balon anggota DPD RI. Turut ikut Ketua Umum DPD Punguan Siallagan (Parsibor) Kota Medan Sekitarnya, Raswin Siallagan, S.Sos, Drs Saragi Simarmata MM Sekretaris Punguan Simataraja Kota Medan sekaligus Calek DPRD Kota Medan Dapil 3 (Medan Tembung, Medan Perjuangan dan Medan Timur) dari Partai Nasdem. Pengurus DPP Punguan Simataraja Indonesia diantaranya, John Wenson Simarmata, Rinton Simarmata, Richard Simarmata, Dosi Raja Simarmata, Lazarus Bona Simarmata, Abdon Simarmata STh dan Uba Simarmata. (js)

Korem 023/KS Gelar Samapta Periodik Semester Satu

Sibolga | suarasumut.com  –  Prajurit Korem 023/KS sedang melaksanakan samapta periodik semester satu di lapangan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *