Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Kabar Sumut ›› Gunungsitoli ›› Anak Bunuh Ayah Kandung Karena Ditampar

Anak Bunuh Ayah Kandung Karena Ditampar

Nias, suarasumut.com — Tidak terima ditampar karena menolak kerja ke kebun, YZ alias Lius (20) membunuh ayah kandungnya SZ alias Ama Iman (45). Setelah membunuh, mayat ayah kandungnya ditinggalkan membusuk di kebun karet yang terletak di Desa Tetehosi, , Kabupaten Nias, Selasa (22/9).

Kapolres Nias AKBP.Bazawato Zebua, SH, melalui Pjs.Paur Humas Polres Nias Aiptu. Osiduhugo Daeli yang ditemui wartawan, Rabu (30/9) membenarkan, telah terjadi pembunuhan di Desa Tetehosi, Kecamatan Idano Gawo, Kabupaten Nias, Selasa (22/9).

Mayat korban baru ditemukan seminggu kemudian, Senin (28/9), setelah anak perempuan korban Ina Tober melapor kepada aparat desa jika orang tuanya lama tidak kembali. Aparat desa dibantu personil kemudian melakukan pencarian, dan menemukan mayat korban telah membusuk di kebun karet milik Ama Kabele Zebua.

Pelaku Telah Ditangkap

Kepada wartawan, Pjs.Paur Humas Polres Nias menerangkan, pelaku adalah anak kandung korban berinisial YZ alias Lius. Pelaku sudah ditangkap, dan kini ditahan di Polsek Idano Gawo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Menurut pengakuan pelaku, dia membunuh ayah kandungnya akibat dendam karena ditampar, Selasa (22/9) pukul 16.00 wib. Dia ditampar ayahnya, karena menolak ajakan berangkat dan bekerja ke kebun mereka.

Tidak lama setelah ditampar, pelaku mengikuti korban yang telah terlebih dahulu berangkat ke kebun sambil membawa parang. Dengan parang yang dibawa dari rumah, pelaku menghabisi ayah kandungnya sendiri dengan membacok leher, sehingga korban tewas seketika.

Untuk menutupi perbuatannya, pelaku menyembunyikan mayat ayah kandungnya di semak semak kurang lebih 20 meter dari lokasi kejadian. Kemudian pelaku kembali ke rumah, dan esok harinya, Rabu (23/9), pelaku berangkat ke Sibolga menemui ibu serta beberapa saudara kandungnya yang bekerja di Sibolga.

Setelah menceritakan perbuatannya dan mendapat nasehat serta teguran dari ibu kandungnya, pelaku kembali ke untuk mengurus jenazah korban yang telah dia tinggalkan di kebun. Atas informasi dari pihak keluarga, pelaku kemudian ditangkap diatas kapal yang dia tumpangi ketika merapat di pelabuhan Kota Gunungsitoli, Selasa (29/9).

Osiduhugo tidak lupa menuturkan, saat diperiksa, pelaku mengakui perbuatannya dan seakan akan tidak menyesal telah membunuh ayah kandungnya. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 340 Subsider Pasal 338 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun Penjara.(ih/ss/gs)

Lihat Juga

KSOP Gunungsitoli Gelar Diklat Gratis Untuk Nelayan Gunungsitoli, suarasumut.com-- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas V Gunungsitoli gelar pendidikan dan pelatihan pemberdayaan masyarakat kapal layar motor (KLM) secara gratis untuk nelayan di Kepulauan Nias. Jika berminat, nelayan di Kepulauan Nias bisa mendaftar di kantor KSOP Gunungsitoli, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Saombo, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara mulai tanggal 17 Oktober sampai 1 November 2018. Hal tersebut disampaikan kepala KSOP Kelas V Gunungsitoli Merdi Loi ketika di temui di kantor KSOP kelas V Gunungsitoli, Jum,at 19 Oktober 2018. Merdi memberitahu, diklat gratis kepada nelayan kerjasama dengan Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, dan digelar selama lima hari atau tanggal 12 sampai 16 November 2018 di komplek pelabuhan Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. Nelayan yang berminat bisa mendaftar di kantor KSOP dengan membawa surat keterangan tidak mampu dari Kepala Desa dan surat keterangan sehat dan tidak buta warna dari rumah sakit pemerintah. Membawa foto copy izajah minimal SD, dan bagi yang tidak punya izajah bisa diberi dispenisasi harus benar-benar nelayan, foto copy KTP/SIM, umur minimal 16 tahun dibuktikan surat akte kelahiran atau surat keterangan lahir dari Kepala Desa, foto ukuran 3x4 latar belakang berwarna dan mengisi formulir pendaftaran. Untuk snack dan makan siang para peserta selama pelaksanan diklat kita yang menanggung, dan usai mengikuti diklat, para peserta akan mendapat sertifikat basic safety training (BST) nelayan, sertifikat keterangan kecakapan (SKK) nelayan dan alat keselamatan (life jacket). Tidak lupa Merdi menambahkan jika pada tanggal 2 November 2018 akan dilakukan pemeriksaan buta warna oleh tim Dokter Politeknik Pelayaran Sumatera Barat dan selama pendaftaran dan pelaksanaan diklat sampai diterbitkan sertifikat, peserta diklat tidak dipungut biaya apapun atau gratis. "diklat khusus kita gelar bagi masyarakat yang benar benar nelayan dan tidak diterima peserta diklat yang profesinya bukan nelayan.AL

Meriahkan HUT Pemko Padangsidimpuan 158 Anak SD Dan TK Ikuti Lomba Mewarnai

Padangsidimpuan | suarasumut.com  –  Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemko Padangsidimpuan yang ke-17 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.